KEBIJAKAN FISKAL : Pengertian, Instrumen, Fungsi, Macam - Macam, Contohnya (LENGKAP) - Kudupinter

Selasa, 04 Februari 2020

KEBIJAKAN FISKAL : Pengertian, Instrumen, Fungsi, Macam - Macam, Contohnya (LENGKAP)

Daftar Isi Artikel [Tutup]
    Kebijakan Fiskla Adalah - Fenomena kenaikan harga barang dalam sebuah periode waktu atau yang umum disebut dengan inflasi hanya dapat diatas oleh pemerintah. Dalam mengatasi fenomena demikian, pemerintah dapat menggunakan beberapa cara mengatasi inflasi salah satunya adalah dengan menetapkan kebijakan fiskal.

    Kebijakan fiskal ? sering kita dengar, namun sering juga kita tidak memahaminya. Apa yang dimaksuk dengan kebijakan fiskal ? Apa fungsi Kebijakan Fiskal ? Apa tujuan Kebijakan Fiskal ? Apa saja instrumen yang digunakan dalam kebijakan fiskal ? dan bagaimana contoh konkritnya ?. Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tuntas terkait dengan semua pertanyaan - pertanyaan diatas.

    Pengertian Kebijakan Fiskal adalah 

    Kebijakan Fiskal

    Secara bahasa fiskal berasal dari basa latin yaitu fiscus yang artinya adalah keranjang atau tas. sedangkan dalam bahasa inggris kata fisc berarti pembendaharaan keuangan kerajaan. Kemudian, dalam perekonomian istilah fiskal digunakan untuk menjelaskan bentuk pendapatan yang bersumber dari pajak masyarakat yang kemudian digunakan oleh negara salah satunya sebagai perangkat keseimbangan perekonomian.

    Menurut kementrian keuangan, kebijakan fiskal merupakan tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang sektor riil (real sector) seperti perpajakan dan anggaran belanja negara (penerimaan dan pengeluaran pemerintah) dengan tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran agregat (aggregate expenditures). dan pengeluaran agregat sendiri merupakan jumlah pengeluaran untuk barang dan jasa dalam sebuah perekonomian.

    Defini lain menjelaskan bahwa kebijakan fiskal merupakan suatu kebijakan dalam perekonomian suatu negara yang digunakan untuk mengendalikan kondisi perekonomian dengan menitik tekankan pada pengendalian anggaran pendapatan (penerimaan) dan anggaran pembelanjaan (pengeluaran) pemerintah. Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan pendapatan dan penggunaan uang negara (APBN) untuk membelanjakan kebutuhan negara dalam rangka melaksanakan pembangunan nasional.

    Salah satu Contoh Kebijakan Fiskal yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti apabila perkonomian dalam suatu negara sedang mengalami inflasi yang cukup tinggi, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan berupa pengurangan permintaan masyarakat yang berlebihan terhadap suatu barang tertentu dengan memperkecil jumlah pembelanjaan (impor barang) atau juga dapat berupa penaikan harga pajak dengan tujuan agar terciptanya kesetabilan perkonomian negara.

    Tujuan Kebijakan Fiskal

    Seperti yang telah dijelaskan dalam definisi bahwa tujuan utama dalam penerapan kebijakan fiskal dalam perekonomian negara adalah untuk mempengaruhi pengeluaran agregat ekonomi. Namun, selain dari tujuan utama tersebut, terdapat beberapa tujuan lain dari penerapan kebijakan fiskal yang adalah sebagai berikut:
    1. Menurunkan tingkat pengangguran secara nasional. 
    2. Mengontrol laju inflasi. 
    3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional
    4. Mendorong laju investasi
    5. Untuk mewujudkan keadilan sosial.

    Bukti dan rasionalitas poin - poin diatas dapat diketahui dengan cara memahami kurva ISLM secara keseluruhan dan detail.

    Fungsi Kebijakan Fiskal

    Fungsi Kebijakan Fiskal

    Fungsi utama kebijakan fiskal adalah untuk mempengaruhi laju perekonimian suatu negara. Untuk dapat mempengaruhi laju perekonomian, pemerintah dapat memperkecil atau memperbesar tingkat kesempatan kerja (N), jumlah pajak (TX) yang diterima oleh pemerintah dari masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan nasional, jumlah transfer pemerintah (Tr), dan mempengaruhi konsumsi pemerintah (G). Namun terdapat beberapa fungsi lain dari kebijakan fiskal dalam suatu negara.
    1. Kebijakan fiskal digunakan untuk  optimalisasi penggunaan SDA dan SDM, hal tersebut dikarenakan suatu sumber daya dalam suatu negara tidak akan berfungsi dengan optimal jika tidak adanya dukungan pemerintah melalui kebijakan fiskal tersebut.
    2. Kebijakan fiskal sebagai penyeimbang antara sumber daya alam yang ada dengan sumber manusia yang ada dalam sebuah negara.
    3. Optimalisasi aktifitas investasi dalam negeri. Investasi merupakan salah satu kegiatan yang dapat mendatangkan keuntungan bagi pemerintah dan negara. 
    4. Sebagai awal dan pembuka pintu para investor atau peluang bagi para pemilik modal untuk menginvestasikan modalnya pada suatu negara.


    Macam - Macam Kebijakan Fiskal

    Menurut beberapa pakar ekonomi, terdapat dua kebijakan fiskal yang dapat di aplikasikan dalam sebuah perokonomian negara yaitu kebijakan fiskal ekspansif dan kontraktif. Perbedaan kedua kebijakan fiskal tersebut dapat ditinjau melalui kurva ISLM. Namun, pada dasarnya adanya kebijakan ekonomi bertujuan untuk mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah, pada saat munculnya kontraksional gap. Nah, berikut adalah perbedaan kedua kebijakan fiskal tersebut

    1.  Kebijakan Fiskal Ekspansif


    Kebijakan Fiskal Ekspansif adalah kebijakan fiskal pemerintah yang dilakukan dengan cara meningkatkan pengeluaran pemerintah (G) atau menurunkan pajak (T) untuk meningkatkan output (Y), adapun mekanisme peningkatan pengeluaran pemerintah ataupun penurunan pajak (T) terhadap output adalah sebagai berikut, pada grafik maka dapat dijelaskan bahwa disaat pengeluaran pemerintah (ΔG) naik atau selisih pajak (ΔT) turun maka akan menggeser kurva pengeluaran agregat keatas sehingga pendapatan akan naik dari (Y1) menjadi (Yf).

    2. Kebijakan Fiskal Kontraktif 


    Kebijakan Fiskal Kontraktif adalah kebijakan pemerinta yang dilakukan dengan cara menurunkan belanja negara (goverment expenditure) dan menaikkan tingkat pajak (task). Kondisi yang demikian bertujuan untuk menurunkan minat dan daya beli masyarakat dan mengatasi inflasi dalam suatu wilayah negara. Dan kebijakan fiskal kontraktif juga dapat di fahami sebagai kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya.

    Instrumen Kebijakan Fiskal


    Dalam sebuah buku pedoman ekonomi makro dijelaskan bahwa Instrumen kebijakan fiskal adalah alat yang digunakan pemerintah dalam mempengaruhi perekonomian yang meliputi penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang memiliki keterkaitan langsung dengan pajak. Adapun instrumen - instrumen hal - hal yang berkaitan dengan istrumen tersebut adalah sebagai berikut:

    1.  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)merupakan rencana sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi semua aktivitas negara untuk jangka waktu ( periode) tertentu di masa yang akan datang. Pada kebijakan fiskal ini, anggaran dijadikan sebagai suatu istrumen yang bermanfaat untuk menilai fluktuasi suatu perekonomian.

    Salah satu fungsi anggaran dalam kebijakan fiskal adalah sebagai alat untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui anggaran publik tersebut dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah sehingga dapat dilakukan prediksi-prediksi menilai fluktuasi suatu perekonomian.

    Selain itu, fungsi anggaran juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mendorong, memfasilitasi dan mengkoordinasikan berbagai macam aktifitas ekonomi masyarakat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara. dan jenis - jenis anggaran publik adalah sebagai berikut:
    • Line Item Budgeting
    • Incremental Budgeting
    • Planning Programming Budgeting Sistem
    • Zero Based Budgeting (ZBB)
    • Performance Budgeting

    2. Perpajakan (Taxation)

    Pajak adalah instrumen kebijakan fiskal berupa pungutan wajib yang harus dibayar oleh rakyat untuk negara dan akan dimanfaatkan untuk keperluan pemerintah dan masyarakat umum. Pajak juga dapat disebut sebagai salah satu instrumen kebijakan fiskal yang kuat dalam mempengaruhi perubahan pendapatan, konsumsi, dan investasi.

    Pajak juga dikenal sebagai salah satu kebijakan fiskal anti depresi. Adanya kebijakan pajak dapat meningkatkan pendapatan sekali pakai individu, meningkatkan konsumsi dan investasi. Apabila nilai pajak turun akan ada lebih banyak dana dengan orang-orang untuk konsumsi dan tujuan investasi. Dengan begitu, aktiva belanja akan meningkat, permintaan efektif meningkat, da  kesenjangan deflasi menurun. Bentuk umum dari kebijakan pajak ini seperti pengurangan tarif pajak komoditas seperti bea cukai, pajak penjualan dan bea impor. Hasil dari kebijakan pajak ini, konsumsi dipromosikan

    3. Belanja Pemerintah (Government Expenditure)

    Government Expenditure adalah belanja pemerintah yang mencakup semua konsumsi dan investasi pemerintah kecuali pembayaran transfer yang dibuat oleh negara. Pemerintah akuisisi barang dan jasa untuk pembelanjaan untuk memenuhi kebutuhan individu atau kolektif secara langsung (saat ini) dari setiap anggota warga negara yang digolongkan sebagai belanja pemerinta atau pengeluaran konsumsi pemerintah akhir (goverment expenditure).

    John Maynard Keynes merupakan salah satu ekonom pertama yang merokemendasikan defisit pengeluaran pemerintah sebagai bagian dari respon kebijakan fiskal ke kontraksi ekonomi. dimana peningkatan belanja pemerintah diperkirakan akan berdampak positif terhadap peningkatan permintaan agregat dan konsumsi. dan kemudian akan mengakibatkan peningkatan produksi.

    Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengertian Kebijakan Fiskal Lengkap dengan Instrumen Kebijakan Fiskal yang kami rangkum dari berbagai macam literatur online. Semoga bermfaat dalam pembuatan tugas Makalah Kebijakan Fiskal. Terima kasih telah berkunjung di blog kami.

    Tinggalkan Komentar


    EmoticonEmoticon