9+ Perbedaan Kabaret dengan Drama Musikal

Daftar Isi [Tutup]

    Suatu hari ada sebuah sekolah dasar yang menghubungi seorang seniman teater karena ingin menggelar sebuah pertunjukan drama musikal. Karena tertarik dengan ide sekolah dasar tersebut, seniman teater akhirnya berkunjung ke sekolah tersebut.

    Namun, begitu terkejutnya si seniman teater ketika mengetahui bahwa yang diinginkan oleh kliennya bukanlah pertunjukan drama musikal. Drama musikal yang diharapkannya tentu seperti Broadway di New York, atau Teater West End di London.

    Nyatanya, permintaan dari calon kliennya adalah kabaret. Bagi kebanyakan orang, khususnya yang masih awam dengan teater, kabaret dan drama musikal dianggap dua hal yang sama. Padahal keduanya jauh berbeda.

    Mungkin kesamaannya adalah sama-sama menggunakan dialog yang digabungkan dengan lagu atau musik. Ditambah lagi, ada satu lagi jenis atau bentuk pertunjukan teater mirip dengan drama musikal. Salah satunya adalah Opera.

    Ternyata membedakan antara drama musikal dan kabaret bagi sebagian orang adalah hal yang cukup membingungkan. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa drama musikal dan kabaret adalah dua hal yang sama. Bahkan ada yang menyebut drama musikal itu adalah nama lain dari kabaret.

    Padahal, hal tersebut sangat tidak benar. Kabaret berbeda dengan drama musikal, bahkan sangat berbeda. Baik dari segi tampilan, tujuan, penyajian dan tempat pementasannya.

    Pertanyaannya, apa hal yang membedakan kabaret dengan drama musikal? Mari kita ulas dari awal dan lengkap.

    Pengertian Kabaret

    Kabaret diartikan sebagai pentas hiburan yang berupa musik dan komedi, terkadang berisi pula dengan sandiwara dan tari-tarian. Penamaannya sebagai "kabaret" dikarenakan dulunya pertunjukan ini kerap ditampilkan di suatu tempat yang disebut kabaret.

    Kabaret berarti tempat panggung pertunjukan kecil yang dikelilingi meja dan kursi tempat penontonnya. Perbedaannya dengan teater umumnya, di sini para penonton bisa memesan makanan dan minuman, sehingga bisa menyaksikan pertunjukan kabaret sambil makan atau minum.

    Umumnya kabaret berbentuk hiburan ringan, satire, dan lawakan-lawakan yang menghibur. Penontonnya ada yang dari kelas bawah untuk kabaret tertentu. Juga ada yang berasal dari golongan atas seperti kabaret Rodlophe Salis di Montmartre, Paris tahun 1881.

    Semakin maju teknologi, maka kabaret mulai memasukkan dialog di dalamnya. Hanya saja, dialognya berupa rekaman dari tape atau komputer. Kemudian, para aktor akan memerankannya dengan lipsync.

    Pengertian Drama Musikal

    Jauh berbeda dengan kabaret, Drama Musikal adalah salah satu bentuk teater yang menggabungkan drama, tarian dan musik atau lagu. Semua kontennya disampaikan atau dikomunikasikan dengan kata (dialog), juga musik dan gerakan. 

    Pertunjukan drama musikal tentunya menjadi pertunjukan yang cukup terkenal di dunia. Di New York, pertunjukan drama musikal di Broadway bahkan menarik ribuan wisatawan setiap bulannya. Begitu juga di London, dengan teater yang terkenal salah satunya Teater West End.

    Ada banyak bentuk dari teater musikal atau drama musikal ini. Di China kita mengenal Opera Peking atau Opera China. Sedangkan di India ada Tarian Klasik India dan Yaskshagana.

    Selain menghibur, drama musikal juga memasukkan unsur dramaturgi serta pesan-pesan yang filosofis di dalamnya. Sejak awal pertunjukannya, drama musikal digelar di gedung teater. Sangat berbeda dengan kabaret yang digelar di semacam Cafe (Cabaret dalam bahasa Perancis).

    Perbedaan Utama Kabaret dengan Drama Musikal

    Ada banyak perbedaan antara kabaret dengan drama musikal. Berikut beberapa di antaranya.

    1. Kabaret menawarkan hiburan ringan, drama musikal menawarkan pertunjukan yang lebih menekankan alur cerita dan pesan tertentu.
    2. Kabaret tidak mengandalkan teknik akting, keaktoran dan sebagainya. Kebanyakan justru akrobatik semacam sirkus. Sedangkan Drama musikal mengandalkan teknik akting, teknik bernyanyi juga tarian.
    3. Kabaret biasanya lipsync sedangkan Drama Musikal menggunakan teknik vokal. Untuk pertunjukan tertentu misalnya yang menghadirkan aktor teater amatir, biasanya menggunakan microphone kecil.
    4. Menonton kabaret bisa sambil santai, makan dan minum, atau malah bermain ponsel. Tapi, menonton drama musikal harus mengikuti aturan gedung teater, seperti dilarang bermain ponsel, makan, minum dan sebagainya.
    5. Kabaret tidak membutuhkan waktu latihan (rehearsal) yang lama. Justru waktu latihan (training) yang mungkin butuh waktu, seperti untuk aksi akrobatik dan sebagainya. Drama musikal membutuhkan waktu yang lama sebelum dipentaskan. Di Broadway misalnya, rata-rata pementasan membutuhkan waktu latihan minimal 3 bulan.
    6. Dalam kabaret, aktor atau performer tidak membutuhkan latihan pendalaman kepekaan rasa, konsentrasi, karakterisasi dan sebagainya yang tentunya sangat penting dalam drama musikal.
    7. Anda bisa menyaksikan pertunjukan kabaret lalu pergi keluar sebentar, dan kembali lagi tanpa takut kebingungan dengan jalan ceritanya. Sedangkan di drama musikal, Anda tidak bisa melakukan itu.
    8. Kabaret bisa saja memotong lagu yang sudah ada, atau mungkin populer untuk digabung-gabungkan ke dalam satu pertunjukan. Sedangkan drama musikal justru menggunakan lagu yang diciptakan sendiri khusus untuk pertunjukan tersebut.
    9. Kabaret memang tidak ditujukan untuk meninggalkan kesan yang mendalam bagi penontonnya. Berbeda dengan drama musikal yang ditujukan agar bisa hinggap dalam waktu yang lama di kepala penontonnya.

    Nah, dari perbedaan tersebut tentunya Anda bisa membedakan mana kabaret dan drama musikal bukan? Jadinya, jangan terbalik lagi dengan istilah kabaret dan drama musikal, yah.

    Artikel ini diproduksi oleh pojokseni.com. Baca artikel tentang seni lainnya di halaman tersebut