TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI (Klasik, Neoklasik, & Modern) Menurut Para Ahli - Kudupinter

Selasa, 26 November 2019

TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI (Klasik, Neoklasik, & Modern) Menurut Para Ahli

Daftar Isi Artikel [Tampilkan]
Pertumbuhan ekonomi menggambarkan ekspansi GDP potensial atau output nasional negara. Dengan kata lain pertumbuhan ekonomi terjadi apabila batas kemungkinan produksi bangsa bergeser keluar. Konsep yang berkaitan erat adalah tingkat pertumbuhan outputperorang. Ini menentukan tingkat ketika standar standar hidup negara naik. Negara-negara terutama menaruh perhatian pada pertumbuhan outputperkapita karena menyebabkan peningkatan rata-rata pendapatan.


Teori pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi meliputi pertumbuhan output potensial pada jangka panjang.pertumbuhanoutputperkapita merupakan sasaran penting pemerintah karena berkaitan dengan peningkatan rata-rata real pendapatan dan standar standar hidup dalam suatu negara.

Empat Roda Pertumbuhan Ekonomi

Keempat roda atau empat faktor pertumbuhan itu adalah:
  • Sumber daya manusia  (penawaran tenaga kerja, pendidikan, disiplin, motivasi)
  • Sumber daya alam ( tanah, mineral, bahan bakar, kualitas lingkungan)
  • Pembentukan modal (mesin, pabrik, jalan)
  • Teknologi (sains, rekayasa, manajemen, kewirausahaan)

Seringkali para ekonom membahas hubungan itu sebagai fungsi produksi agregat ( aggregateproductionfunction),yang menghubungkan total output nasional dengan input dan teknologi secara aljabar Apf adalah :

Q= AF (K,L,R)

Dengan
Q = output,
K = jasa-jasa produktif modal,
L = input tenaga kerja,
R = inputsumberdaya alam, ekonomi, dan
F adalah fungsi produksi.

Ketika input modal tenaga kerja atau sumber daya meningkat, maka kita dapat berharap bahwa output akan meningkat, meskipun output barangkali akan memperlihatkan berkurangnya keuntungan input-input tambahan dari faktor-faktor produksi. Kita dapat melihat peran teknologi sebagai penambah produktivitas input. produktivitas merupakan rasio output terhadap rata-rata input yang tertimbang ketika teknologi meningkat berkat temuan-temuan baru atau pengambil alihan teknologi dari luar negeri,kemajuan ini memungkinkan negara memproduksi lebih banyak output dengan tingkat yang sama dengan input.

Para ekonom sudah lama mempelajari pertanyaan mengenai kepentingan relatif dari berbagai faktor dalam menentukan pertumbuhan.dalam pembahasan berikut ini kita melihat teori-teori pertumbuhan ekonomi yang memberikan beberapa petunjuk mengenai kekuatan-kekuatan pendorong dibalik terjadinya pertumbuhan.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Menurut teori klasik yang dipelopori oleh Adam Smith mengatakan bahwa output akan berkembang sejalan dengan perkembangan penduduk. Dia memulai buat tesisnya ketika zaman keemasan. Pada saat itu lahan-lahan belum bersifat scarcity, model belum ada yang diperhitungkan, hanyalah jumlah tenaga kerja yang diperhitungkan.

Harga dan jumlah produk hanya tergantung pada jumlah tenaga kerja yang tersedia.akibatnya pertambahan penduduk dipandang sebagai faktor yang akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dari sinilah muncul semboyan ” banyak anak banyak rezeki”, karena semakin banyak anak semakin banyak tenaga kerja yang bisa digerakkan untuk menggarap tanah (tanahh saat itu belum merupakan kendala bagi pertumbuhan output, karena terhampar luas sedangkan penduduk masih sedikit). mengingat output berkembang sejalan dengan perkembangan penduduk maka ketika itu belum berlaku konsep thelawofdiminishingreturns.

Penduduk makin bertambah begitu juga dengan produk nasional. Pada masa selanjutnya dirasakan zaman keemasan tersebut mulai hilang. Semakin bertambah penduduk sementara jumlah lahan tidak bertambah, mulai dirasakan tanah lahan semakin sempit.sehingga setiap pekerja baru akan mendapatkan lahan semakin lebih kecil untuk digarap.

Pada saat seperti ini barulah berlaku konsep thelawofdiminishingreturns.menurunnya rasio antara jumlah pekerja dan lahan yang tersedia akan menimbulkan penurunan marginal produk sehingga akan menurunkan upah riil.

Teori pertumbuhan klasik juga mengemukakan keterkaitan antara pendapatan perkapita dan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori penduduk optimum. Teori ini menyatakan hal-hal sebagai berikut:
  • Ketika produksi marginal lebih tinggi daripada pendapatan perkapita jumlah penduduk masih sedikit dan tenaga kerja masih kurang.maka pertambahan penduduk akan menambah tenaga kerja dan menaikkan pertumbuhan ekonomi.
  • Ketika produk marjinal yang semakin menurun, pendapatan nasional semakin tumbuh, tetapi dengan kecepatan semakin melambat.maka pertambahan penduduk akan menambah tenaga kerja tetapi pendapatan perkapita turun dan pertumbuhan ekonomi masih ada meskipun kuantitasnya semakinkecill
  • Ketika produksi marginal nilainya sama dengan pendapatan per kapita artinya nilai pendapatan per kapita mencapai maksimum dan jumlah penduduk optimal.sehingga pertambahan penduduk akan membawa pengaruh yang tidak baik terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya malthus dan Ricardo mengamati pertumbuhan penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.dari hasil pengamatan tersebut didapat kesimpulan sebagai berikut:
  • Bila rasio antar jumlah penduduk lebih kecil daripada jumlah faktor produksi lainnya,ini akan menimbulkan pertambahan penduduk, pertambahan tenaga kerja dan sekaligus akan dapat meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat
  • Bila jumlah penduduk atau tenaga kerja berlebihan dibandingkan dengan faktor produksi yang lain, pertambahan penduduk akan menurunkan produk perkapita.selain itu juga akan menurunkan taraf kemakmuran masyarakat.
  • Bila jumlah penduduk selalu bertambah tanpa diikuti oleh pertambahan faktor lain, maka kemakmuran masyarakat akan mundur sampai tingkat subsisten, bahkan mungkin bisa di bawah tingkat subsisten.

Malthus sangat pesimis dalam menghadapi kondisi perekonomian masa depan,karena dia belum memperhitungkan adanya peranan perkembangan teknologi yang bisa menaikkan tingkat produksi masyarakat.dengan teknologi yang lebih baik barang kebutuhan masyarakat dapat dihasilkan dalam jumlah yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Hal ini sekaligus meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo-Klasik

Menurut teori neoklasik yang dipelopori oleh Robert solow menyatakan pendapatnya sebagai berikut:
  1. Pertumbuhan produk nasional ditentukan oleh pertumbuhan 2 jenis input yaitu pertumbuhan modal dan pertumbuhan tenaga kerja.perhatian terhadap dua input tersebut sangat besar karena proses pertumbuhan ekonomi memerlukan : adanya intensifikasi modal yaitu suatu proses jumlah modal tenaga kerja naik setiap saat;adanya kenaikan tingkat upah yang dibayarkan kepada para pekerja pada saat intensifikasi modal terjadi. Sehingga masyarakat mempunyai daya beli tinggi, konsumsi meningkat. Hal ini akan mendorong pertumbuhan produk.
  2. Di samping faktor tenaga kerja dan modal, hal yang sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan adalah faktor perkembangan teknologi.menurut Robert solow faktor yang paling penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah kemajuan teknologi dan peningkatan keahlian serta keterampilan para tenaga kerja dalam menggunakan teknologi.

Kemajuanteknologi merupakan simbol dari setiap perubahan dalam proses produksi maupun pengenalan produk-produk baru.sehinggaoutput yang lebih banyak dan lebih baik dapat diperoleh dari sejumlah input yang sama. Hal ini terbukti dengan penemuan mesin uap, perkembangan komputer dan alat-alat telekomunikasi.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Keynesian

Menurut teori keynesian yang dipelopori oleh JM keyness,keyless menyatakan bahwa dalam jangka pendek output nasional dan kesempatan kerja terutama ditentukan oleh permintaan agregat. kaumkeynesian yakin bahwa kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal harus digunakan untuk mengatasi pengangguran dan menurunkan laju inflasi.

Konsep - konsep keynesian menunjukkan bahwa peranan pemerintah sangat besar dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi.perekonomian pasar sepertinya sulit untuk menjamin ketersediaan barang yang dibutuhkan masyarakat dan bahkan sering menimbulkan instability, inequity dan inefisiensi. bila perekonomian sering dihadapkan pada ketidakstabilan, ketidakmerataan, dan ketidakefisienan, jelas akan menghambat terjadinya pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Selanjutnya ada beberapa teori pertumbuhan ekonomi yang dikategorikan sebagai teori pertumbuhan modern antara lain teori pertumbuhan yang dikemukakan oleh rostow, yang dikemukakan oleh Schumpeter, harrod-domar dan Martin Feldstein.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Rostow

Menurut rostow pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses dari berbagai perubahan yaitu sebagai berikut:
  • Perubahan orientasi organisasi ekonomi
  • Perubahan pandangan masyarakat
  • Perubahan cara menabung atau menanamkan modal dari yang tidak produktif ke yang lebih produktif
  • Perubahan pandangan terhadap faktor alam.manusia harus mengubah keyakinan bahwa alam itu tidak akan menentukan kehidupan manusia,tapi kehidupan manusia harus mampu menaklukan atau mengendalikan kekayaan alam sehingga apa yang tersedia dapat menjadi sumber kehidupan dalam mencapai kemakmuran.
Selanjutnya rostow juga mengemukakan tahap-tahap dalam pertumbuhan ekonomi antara lain adalah sebagai berikut:
  1. The tradisional sosaiti (masyarakat tradisional),artinya suatu kehidupan ekonomi masyarakat yang berkembang secara tradisional dan belum didasarkan pada perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan kadang-kadang cara berfikirnya primitif dan irasional.
  2. The precondition for take off (persyaratan tinggal landas), merupakan masa transisi masyarakat untuk mempersiapkan dirinya mulai menerima teknik-teknik baru dan pemikiran-pemikiran baru dari luar kehidupan mereka.
  3. The takeoff (tinggal landas),artinya pada tahap ini terjadi perubahan perubahan yang sangat drastis dalam terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi dalam berproduksi dan lain sebagainya.
  4. The drive to maturity (menuju kematangan),artinya pada tahap ini masyarakat secara efektif telah menggunakan teknologi modern pada sebagian besar faktor-faktor produksi dan kekayaan alam.
  5. The age of high mass consumption (konsumsi tinggi), artinya pada tahap ini perhatian masyarakat lebih menekankan pada masalah kesejahteraan dan upaya masyarakat tertuju untuk menciptakan welfarestate,yaitu kemakmuran yang lebih merata kepada penduduknya dengan cara mengusahakan distribusi pendapatan melalui sistem perpajakan yang progresif. Masyarakat tidak mempermasalahkan kebutuhan pokok lagi, tetapi konsumsi lebih tinggi terhadap barang tahan lama dan barang barang mewah.'

Teori Pertumbuhan Ekonomi Schumpeter

Menurut schumpeter, dalam bukunya thetheoryofeconomicdevelopment, menekankan teorinya pada peran pengusaha dalam pembangunan. Kemajuan perekonomian sangat ditentukan oleh adanya enterpreneur (wiraswasta), entrepreneur yang unggul yaitu orang yang memiliki inisiatif tinggi,kemampuan, dan keberanian mengaplikasikan penemuan-penemuan baru dalam kegiatan berproduksi.

Para entrepreneur akan menciptakan hal-hal baru seperti menciptakan barang baru menggunakan cara-cara baru dalam berproduksi memperluas pasar ke daerah baru mengembangkan sumber bahan mentah baru reorganisasi dan restrukturisasi dalam perusahaan atau industri untuk kemajuan yang lebih baik.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Harrod – Domar

Menurut harroddomar,syarat-syarat yang harus dipenuhi supaya perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang tangguh atau steadygrowth dalam jangka panjang yaitu perlunya investasi. Untuk menciptakan investasi perlu meningkatkan tabungan.

Oleh sebab itu setiap pelaku ekonomi selalu berusaha untuk menyimpan sebagai dari pendapatannya guna meningkatkan tabungan. Sebagai ahli ekonomi yang mengembangkan konsep keynes,harrod-domar tetap mementingkan peranan pemerintah terutama dalam merencanakan pertumbuhan ekonomi suatu negara dan dalam menghimpun dana untuk keperluan investasi agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Martin Feldstein

Menurut Martin feldstein, pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari sisi penawaran (agregat supply).selama ini konsep pertumbuhan ekonomi yang dikembangkan terlalu berorientasi pada pengelolaan permintaan agregat. Martin mencoba untuk mengembangkan konsep baru yang disebut supply-side economic growth.

Konsep pertumbuhan ekonomi ini didasarkan pada pandangan ekonomi klasik yang menyatakan output lebih memberikan reaksi terhadap insentif pajak dan faktor-faktor pendapatan setelah pajak dibandingkan dengan perubahan dalam permintaan agregat.

Martin mengusulkan penekanan yang lebih besar terhadap faktor-faktor yang akan menaikkan pertumbuhan output potensial, di dunia seperti menaikkan tabungan dan investasi, memperbaiki peraturan dan pengurangan pajak.

Terjadinya pertumbuhan investasi diakibatkan oleh adanya tabungan. Oleh karena itu seharusnya masyarakat diberi kesempatan untuk bisa menabung. Caranya tentu dengan menaikkan insentif atau imbalan (pendapatan yang diterima masyarakat) yang memadai, sehingga mereka mampu menyisihkan pendapatannya untuk ditabung, (ingat S=f(Y), artinya saving d tentukan oleh pendapatan).

Adanya kemampuan menabung,kentut jumlah tabungan akan meningkat dan tabungan ini merupakan sumber pendanaan investasi. Meningkatnya investasi akan menimbulkan multiplayer investment terhadap pendapatan nasional.

Upaya untuk menaikkan pendapatan yang memadai dan bisa meningkatkan sumber penerimaan negara (berupa pajak) nonton adalah dengan cara menurunkan pajak, bukan menaikkan pajak. Sehubungan dengan itu Athur Laffer (Samuelson;2000) menyatakan bahwa tarif pajak yang tinggi mungkin akan menurunkan penerimaan pajak itu sendiri. Hal ini disebabkan pajak tinggi akan mempersempit objek pajak, karena aktivitas perekonomian lebih rendah.

Sumber:

Dornbusch, R., Stanley., F., dan Richard, S. 2008. Macroekonomics 10TH Edition. New York; McGraw-Hill Companies, Inc.
Samuelson, P.A., and Nordhaus, W.D. 2001. New York; McGraw-Hill Companies, Inc.
Murni, A., 2006. Ekonomika Makro. Bandung. Refika Aditama
Comments


EmoticonEmoticon