√ Bacaan Surat Al Falaq : Tulisan Arab, Latin, Artinya, dan Keutamaanya

Daftar Isi [Tutup]

    Bacaan surat Al-Falaq berbunyi Qul a'ụżu birabbil-falaq . min syarri mā khalaq . wa min syarri gāsiqin iżā waqab . wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad . wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad. Untuk tulisan arab, bacaan latin, dan artinya silahkan baca artikel ini selengkapnya.

    Salah satu mushaf al-quran yang ada pada bagian akhir adalah surah al-falaq. Dan surat tersebut  yang merupakan surat penutup ke 113 dalam jus 30 dari seluruh jumlah surat dalam al-quran. Surat al-falaq terletak sebelum surat an-nas dan surat al-ikhlas.

    Surat al-falaq tergolong dalam jenis surah makkiyah. Hal tersebut dikarenakan surat al-falaq turun di tanah mekah. Selain itu, surat al-falaq juga disebut sebagai  Al-Mu’awwidzatain, karena suraat al-falaq diturunkan kepada rosulullah saw bersamaan dengan surat an-nas.

    Terdiri hanya 6 butir yat al-quran, surat al-falaq ini berisikan petunjuk bagi seorang hamba allah untuk berlindung kepada Allah SWT dari segala macam bala' dan ujian yang ada didunia.

    Bacaan Surat Al-Falaq Arab

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ . وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ .  وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَد

    Surat Al-Falaq Latin

    Qul a'ụżu birabbil-falaq . min syarri mā khalaq . wa min syarri gāsiqin iżā waqab . wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad . wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

    Arti Surat Al-Falaq

    Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

    Ayat 1 Surat Al-Falaq

    Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ

    Latin: qul a'ụżu birabbil-falaq

    Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

    Ayat 2 Surat Al-Falaq

    Arab: مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ

    Latin: min syarri mā khalaq

    Artinya: dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

    Ayat 3 Surat Al-Falaq

     Arab: وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ

    Latin: wa min syarri gāsiqin iżā waqab

    Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

    Ayat 4 Surat Al-Falaq

    Arab: وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ

    Latin: wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad

    Artinya: dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

    Ayat 5 Surat Al-Falaq

    Arab: وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

    Latin: wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

    Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."


    Asbabun Nuzul Surat Al-Falaq

    Terdapat sebuah cerita yang telah diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dari Abi Jakfat Ar-Razai Ar-Rabi' bin Anas dari Anas bin Malik yang termaktub dalam kitab Ad-Dalail. Diceritakan bahwa pada suatu hari rosulullah terserang penyakit yang sangat parah. 

    Dalam kondisi tersebut, kemudian allah mengutus dua malaikat untuk menjenguk rosulullah muhammad saw. Kedua malaikat tersebut masuk dan duduk di bagian atas kepala dan salah satunya duduk disamping kaki rosulullah. Dalam kondisi tersebut mereka berdialog. 

    "Apa yang kamu lihat terhadap diri Rasulullah?" Tanya malaikat yang duduk disamping kaki rosulullah.

    Malaikat yang duduk di samping atas bagian kepada rosul menjawab, "Beliau terkena sihir,"

    "Siapa gerangan yang menyihirnya?" Tanya malaikat pertama tadi

    Kemudian malaikat yang kedua (berada disamping kepala rosul) pun menjawab. "Labid bin Al-A'sham, seorang Yahudi. Sihirnya berupa ijuk gulungan yang diletakkan di sumur sebelah sana, pada keluarga si fulan, di bawah batu besar. Maka timbalah air sumur dan angkatlah batu besar itu, kemudian ambil dan bakarlah ijuk tersebut."

    Rosulullah pun memperhatikan dialog kedua malaikat tersebut hingga mereka pergi meninggalkannya. Dikemudian hari rosul pun meminta bantuan sahabat , 'Amar bin Yasir dan sahabat untuk mendatangi sumur seperti yang telah diceritakan oleh kedua malaikat yang telah menjengknya. 

    Sesampainya 'Amar bin Yasir di sebuah sumur yang seperti rosul maksud. Mereka mendapati kondisi air sumur yang berwarna merah bagaikan darah. Mereka berusaha menimba dan mendapati batu besar beserta gulungan ijuk didalamnya dan lalu batu besar pun diangkat dan dikeluarkan dari dalam sumur tersebut. 

    Bersama dengan rosulullah muhammad saw, para sahabat mengamati gulungan ijuk tersebut. Dalam gulungan ijuk tersebut terdapat sebelsa buhul pada seutas tali. Dengan begitu, apa yang telah dikatakan oleh kedua malaikat (menjelma sebagai saudara) yang pernah menjenguk rosulullah pun terbukti. 

    Dan dalam kondisi demikian allah menurunkan Surat Al-falaq dan surat An-Nas secara bersamaan. Rosulullah diperintah untuk membaca kedua surat tersebut pada saat berliau berada dalam kondisi sakit para (terkena sihir). 

    Saat rosulullah membaca kedua surat tersebut ayat demi ayat, buhul tali yang ada pada gulungan ijuk tersebut pun perlahan lepas satu demi satu hingga bacaan ayat terakhir rosulullah kembali sehat dan bugar.  

    Kemudian, Rosulullah Saw pun membacanya. Setiap bacaan satu ayat, buhul tali yang ada pada gulungan ijuk terlepas satu persatu. Hingga beliau membaca ayat yang terakhir semua buhul tali terlepas, dan kondisi kesehatan nabi pun kembali bugar.

    Keutamaan Surat Al-Falaq

    Setelah memahami makna dari setiap ayat surat al-falaq dan juga memhami dengan jelas asbabun nuzulnya surat tersebut, tentunya kita sudah dapat menarik benang merah betapa besarnya fadhilah seorang musliam membaca surat tersebut. Namun, secara gamblang, berikut adalah beberapa keutamaan mebaca surat al-falaq :

    1. Menangkal Sihir, Santet, Teluk, dan Sebagainya

    Seperti yang telah diceritakan dalam asbabun nuzul surat al-falaq diatas, bahwa salah satu keutamaan fadhilan surat ini adalah menjauhkan seorang mukmin dari segala macam jenis penyakit, sihir, teluk, dan lain sebagainya. 

    Setelah peristiwa rosulullah tersebut, kemudian berliau memberi nasihat kepada para sahabat dan para umatnya untuk membaca surat al-falaq dan surat an-nas agar terhindar dari segala macam penyakit, sihir, dsb. Rosul menjelaskan bahwa surat Al-Falaq dan surat An-Nas merupakan surah al-qur'an yang tidak ada bandingannya dalam hal perlindungan. 

    Hal diatas sesuai dengan sebuah hadis rosul yang diriwayatkan oleh imam muslim yang berbunyi:

    Tidakkah kamu melihat ayat-ayat yang diturunkan di waktu malam dan tidak ada bandingannya sama sekali. Ialah Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas.” (HR. Muslim)

    2. Terlindungi dari Godaan Setan

    Membaca kedua surat tersebut sama halnya kita seorang hamba memohon perlindungan kepada allah swt dari segala macam godaan setan yang terkutuk. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad Saw berkata:

    “Telah diturunkan kepadaku ayat-ayat yang tidak semisal dengannya yaitu Al Mu’awwidataini (surat An Naas dan surat Al Falaq).” (H.R Muslim no. 814, At Tirmidzi no. 2827, An Naasa’i no. 944). 

    3. Memperoleh Keamanan dan Kenyamaan

    Banyak amalan sebelum tidur yang dapat kamu amalkan untuk memperoleh keberkahan dalam tidurmu. Salah satunya adalah menambah bacaan doa sebelum tidur dengan membaca membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak 3 kali. Hal ini sesuai dengan hadis rosulullah saw yang berbunyi:

    Setelah turunnya 2 surat ini, Rasulullah SAW mencukupkan keduanya sebagai bacaan (wirid) untuk membentengi dari pandangan jelek jin maupun manusia. (HR. At Tirmidzi no. 1984, dari shahabat Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu).

    Demikian ulasan artikel saya terkait dengan bacaan surat al-falaq yang saya rangkum dari berbagai macam sumber. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas dukungan anda semua.