Rukun - Rukun Sholat, Pengertian & Makna Sholat, Manfaat & Hikmah Sholat, Sunah & Makruh Sholat - Kudupinter

Minggu, 15 September 2019

Rukun - Rukun Sholat, Pengertian & Makna Sholat, Manfaat & Hikmah Sholat, Sunah & Makruh Sholat

Daftar Isi Artikel [Tampilkan]
Kita sebagai umat muslim diwajibkan untuk selalu taat dan beriman kepada Allah Swt termasuk dalam hal beribadah yang telah allah ajarkan kepada umatnya melalui utusannya baginda besar nabi muhammad saw. Dengan beribadah kita akan berusaha untuk terus mendekatkan diri kepada allah sebagai hamba yang sholih dan sholiha. Banyak jenis ibadah yang telah allah ajarkan kepada kita semua melalui nabi muhammad yang tertuang dalam rukun islam yang jumlahnya ada lima. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap hari yaitu ibadah sholat.


Apa yang dimaksud dengan ibadah sholat ? apa saja rukun-rukun sholat?  Apa makna ibadah sholat ? Apa saja sunnah - sunah sholat ? Apa saja hikmah dan Manfaat Sholat ? Apa saja yang membatalkan sholat ? Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut dengan merangkam dari berbabai macam sumber literatur favorit saya. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

PENGERTIAN SHOLAT



Ilustrasi gambar sholat | sumber : afrakids.com

Pengertian shalat menurut bahasa berarti d'oa / berdo/a. Adapun pengertian shalat menurut istilah syara' yaitu melakukan sesuatu (beribadah / penyembahan) kehadirat Allah SWT dengan ketentuan-ketentuan / tata cara (ucapan-ucapan dan gerakan gerakan) yang khusus, diawali dengan mengucapkan Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan salam.

Shalat merupakan kewajiban bagi setiap muslim (orang Islam) yang sudah mukallaf, yaitu orang yang sudah baligh (dewasa) dan berakal sehat. kewajiban shalat ini tidak boleh ditinggalkan sama sekali. artinya harus dikerjakan sendiri dan selama satu hari satu malam lima kali menurut waktunya yang telah ditentukan.

Shalat merupakan ibadah yang paling pokok, karena sebagai rukun Islam yang tidak bisa ditinggalkan sama sekali dalam keadaan apapun selama orang itu masih memiliki pikiran dan hati yang sehat. kecuali bagi para perempuan yang sedang menstruasi, nifas dan wiladah / bersalin atau bagi laki-laki dan perempuan yang sedang junub.

MAKNA SHOLAT


Ilustrasi makna sholat : sumber : dream.co.id

Shalat sebagai tiang agama. Barang siapa yang mendirikan shalat berarti ia mendirikan Islam dan barangsiapa yang tidak mendirikan shalat berarti merobohkan agama. Islam bagaikan suatu bangunan rumah, maka pasti rumah itu ada tiangnya. dan apabila rumah tanpa tiang, tak mungkin rumah tersebut bisa berdiri. demikian pula Apabila sebuah bangunan rumah kemudian tiangnya ditebang atau dirobohkan, Sudah barang tentu rumah itu akan roboh.

Karena shalat sebagai rukun Islam dan ibadah yang paling pokok maka kelak di akhirat yang pertama kali dimintai ditanya pertanggung jawaban adalah shalatnya dan apabila shalatnya baik, maka akan baik pula amal-amal ibadah yang lain. dan Demikian pula sebaliknya.

Shalat merupakan salah satu media yang paling hebat untuk berkomunikasi dengan Allah sebagai khaliq. karena dengan shalat kita bisa berkomunikasi dan bermanja-manja langsung kepada Allah Swt. dan dengan shalat pula kita akan menjadi orang yang bersih baik jasmani maupun rohani. bersih jasmani karena setiap hari 5 kali Kita harus membersihkan badan dari kotoran. dan bersih rohaninya karena 5 kali juga sehari semalam kita akan diampuni dosanya oleh Allah SWT. bahkan dengan sholat kita akan dapat terhindar dari sesuatu yang Jember / kotor (fahsya) dan kegiatan ingkar mungkar baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. agar kita bisa terhindar dari itu semua maka bisa kan lah kita berdoa:
اَللَّهُمَّ اِعْنِي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنُ عِبَادَتُكَ
Artinya: ya Allah karuniakanlah Pertolongan Mu kepadaku agar aku bisa berdzikir bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepadamu

RUKUN - RUKUN SHOLAT SESUAI HADIST


Ilustrasi Rukun Sholat : Sumber : aswajamuda.com

Kita sebagai umat muslim melakukan ibadah shalat sesuai dengan tuntunan atau sesuai dengan shalat yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw yang dalam ilmu fiqih sering disebut dengan rukun shalat.  Pengertian rukun adalah sesuatu yang harus ada pada sesuatu dan adanya itu tidak harus kontinyu, tapi terputus-putus dalam shalat. misalnya, niat termasuk rukun, maka setelah niat selesai, ya sudah selesai, tidak terus-menerus melakukan niat.

lain dengan syarat, Apa itu syarat? pengertian syarat adalah sesuatu yang harus ada pada sesuatu dan adanya itu harus continue (terus menerus) tidak boleh terputus-putus dalam sholat. misalnya, menghadap kiblat, suci, dari hadas dan najis, termasuk syarat sahnya shalat. maka selama sholat harus selalu menghadap kiblat dan suci. dan apabila syarat itu terputus, maka rusak Batal lah sesuatu sholatnya itu. Rukun shalat ada berapa ? Berikut jawabannya

Rukun sholat ada yang menyebutkan 18 ada yang menyebut 17 dan ada yang menyebutnya 13. terlepas dari perbedaan tersebut, di sini hanya akan mengikuti yang menyebutkan bahwa rukun shalat itu ada 13. karena yang menyebabkan 18 maupun 17 pada kenyataannya hanya berbeda pada cara menyembuhkannya, namun semuanya sudah tercakup pada 13.

Adapun rukun yang berjumlah 13 itu pada garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu rukun fi'liyah dan rukun qauliyah rukun fi'liyah. dan rukun qauliyah adalah sebagai berikut:

A. Rukun Fi'liyah 
Rukun fi'liyah adalah rukun yang tergolong pekerjaan atau gerakan yang meliputi :
  • Niat 
  • Berdiri 
  • Rukuk dan tumakninah( tenang) 
  • Itidal dan tumakninah 
  • Sujud dan tumakninah 
  • Duduk diantara dua sujud dan tumakninah 
  • Duduk untuk Tasyahud akhir 
  • Tertib

B. Rukun Qauliyah 
Rukun qauliyah adalah rukun yang tergolong ucapan rukun tersebut meliputi:
  • Takbiratul Ihram (membaca takbir) 
  • Membaca surat Al Fatihah 
  • Membaca Tasyahud akhir 
  • Membaca shalawat atas nabi Muhammad SAW 
  • Mengucapkan salam yang pertama

1. Membaca Niat
Pengrtian niat adalah menyengaja, melaksanakan shalat dalam hati. Adapun mengucapkan lafalnya niat sholat dengan lesan tidak termasuk rukun, akan tetapi sunah hukumnya. tentang niat Nabi SAW bersabda:
Dari Umar Bin Khattab r.a. berkata: aku (pernah) mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya amal perbuatan (ibadah itu sah) tergantung pada niat /dengan niat, dan sesungguhnya setiap sesuatu itu (akan dibalas) menurut apa yang diniatkan (H.R. Bukhari dan Muslim)

2. Berdiri Bagi yang Mampu 
Berdiri bagi yang mampu / bisa berdiri. apabila karena satu dan lain hal ia tidak bisa berdiri maka boleh sambil duduk. dan apabila duduk tidak mampu sholatlah sambil berbaring ke kanan dan menghadap kiblat. dengan berbaring pun tidak mampu, sholatlah dengan terlentang sedang kedua kakinya membujur ke arah kiblat. tentang hal tersebut nabi bersabda:
Dari Imron bin Husain r.a. bahwasanya Iya bercerita: pernah aku sakit bawasir (keluar ujung usus), Kemudian aku bertanya kepada nabi s a w, bagaimana aku harus sholat maka jawab nabi: Shalatlah sambil berdiri, Apabila kamu tidak mampu berdiri, maka sholatlah sambil duduk, maka Apabila kamu tidak mampu dengan duduk, maka sholatlah dengan berbaring (H.R Bukhori)

3. Membaca Takbiratul Ihram 
Membaca Takbiratul Ihram / Takbir yang pertama diucapkan di dalam shalat. Takbiratul Ihram artinya Takbir yang mengharamkan. yaitu orang yang shalat diharamkan untuk melakukan segala sesuatu yang menyebabkan rusak atau batalnya Shalat. Nabi SAW bersabda:
Dari Rifa'ah bin Rafi berkata: bersabda Rasulullah SAW: apabila kamu telah berdiri untuk memulai shalat maka bertakbirlah. (H.R. Bukhari)

4. Membaca Surat Al Fatihah
Membaca surat Al Fatihah Apabila Sholat itu dilaksanakan munfarid (sendiri) maka mutlak wajib membaca surat Al Fatihah. dan apabila tidak membacanya maka sholatnya tidak sah. karena Nabi SAW bersabda:
Dari ubadah bin shamit r.a . Nabi SAW bersabda: tidaklah shalat bagi orang yang shalatnya tidak Membaca pembuka kitab (surat Al Fatihah). (H.R Bukhari dan Muslim)

Apabila shalat itu dilaksanakan dengan berjamaah, maka si makmum juga wajib membaca surat Al Fatihah. dan membacanya setelah Imam setelah selesai membaca surat Al Fatihah pada sholat sholat yang bacaannya dijaharkan (dikeraskan). Karena nabi bersabda:
Dari ubadah bin shamit r.a. berkata: pernah Rasulullah SAW sholat bersama kami yaitu pada sebagian sholat yang (bacaan) ayat al-qurannya dijaharkan. Kemudian beliau bersabda: janganlah kamu membaca sesuatu pada saat aku membaca ayat Al Quran dengan keras kecuali membaca Ummul Qur'an (Surat Al Fatihah). (H.R. Baihaqi dan Daroquthni)

5. Ruku' dan Tuma'ninah
Rukuk membungkukkan badannya ke depan sehingga punggung nampak rata atau lurus dengan kepalanya dan berhenti atau tenang sebentar (tuma'ninah) hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi yang berbunyi
Dari Abi Hurairah r.a. tentang Sifat Shalat ia berkata: bersabda Rasulullah SAW: Kemudian rukuklah kamu sehingga kamu tuma'ninah dan ruku' (H.R. Bukhari dan Muslim)

6. I'idal dan Tuma'ninah
I'idal dan tuma'ninah atau bangun berdiri terus lurus setelah selesai ruku' dalam berhenti tenang sebentar (tumakninah). Hal tersebut sesuai dengan sabda nabi yang berbunyi:
Dari Abu Hurairah r.a. prihal Sifat Shalat ia berkata: bersabda Rasulullah SAW kemudian Bangkitlah sehingga kamu tegak berdiri (H.R. Bukhari dan Muslim)

7. Sujud dan Tumakninah
Sujud dan tumakninah, hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Alquran surat Al Hajj ayat 77:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (QS. Al-Hajj :77)

8. Duduk diantara Dua Sujud dan Tuma'ninah
Tentang Duduk diantara dua sujud dan tuma'ninah sesuai dengan sabda Nabi SAW  yang berbunyi :
Dari Abu Hurairah r.a. dalam Sifat Sholat ia berkata: bersabda nabi s a w kemudian sujudlah kamu sehingga tuma'ninah dalam sujud, kemudian Bangkitlah (duduklah) sehingga tuma'ninah dalam dudukmu. kemudian sujudlah sehingga tuma'ninah dalam sujud. kemudian lakukanlah seperti yang demikian itu dalam setiap sholatmu (H.R. Bukhari dan Muslim)

9. Duduk Tasyahud Akhir
Duduk Tasyahud akhir ini sebagaimana yang dicontohkan oleh rasulullah s a w dalam pelaksanaan salat sehari-hari. oleh karena itulah kita ittba' (mengikuti) oleh apa yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. karena beliau Rasulullah SAW bersabda:
Dari Malik bin Huwais r.a. bahwasanya Nabi SAW bersabda: sholat lah kamu sekalian sebagaimana kamu melihat aku shalat. (H.R. Bukhari dan Muslim)

10. Mebaca Tasyahud Akhir
Hal tersebut itba' kepada nabi. Sebagaimana hadis yang di riwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim:
Ibnu Mas’ud Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Rasulullah n mengajariku tasyahud, dalam keadaan telapak tanganku berada di antara dua telapak tangan beliau, sebagaimana beliau mengajariku surat al-Qur’an” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
11. Membaca Shalawat atas Nabi
Membaca shalawat atas nabi. dalam hal ini kita ittiba' kepada Nabi SAW. karena beliau melaksanakan (membaca shalawat) ketika beliau melaksanakan shalat. sebagaimana hadis Nabi SAW yg menerangkan:
Dari Ka'ab bin Ngajrah berkata : Bahwasannya nabi saw bersada dalam shalatnya membaca : Ya allah, berilah rahmat (nabi) muhammad dan atas keluarga muhammad, sebagaimana engkau memberi rahmat (nabi) ibrahim dan keluarga ibrahim. dan berkatilah (nabi) muhammad dan keluarga muhammad sebagaimana dengkau memberkati ibrahim dan keluarga ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. (H.R. Syafi'i)

12. Mengucapkan Salam yang Pertama
Adapun mengucapkan salam yang kedua kebanyakan (jumhur) ulama menyatakan bahwa itu sunnah. tentang wajibnya mengucapkan salam pada akhir shalat setelah selesai membaca tasyahud nabi bersabda seperti yang telah disebutkan di depan pada rukun shalat yang ketika Takbiratul Ihram.

13. Tertib
Mendahulukan sesuatu yang seharusnya didahulukan dan mengemudiankan yang seharusnya di kemudiankan, beraturan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan dalam salat, baik yang berupa perbuatan maupun ucapan. yang demikian itu semata-mata hanya mengikuti apa yang telah dikerjakan / dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

 shalat merupakan ibadah mahdhoh yang diisyaratkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada kita sebagai umat Islam. Ibadah sholat harus lah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Syariat agama Islam. ketentuan-ketentuan yang perlu kita perhatikan salah satunya adalah syarat wajib shalat.

SYARAT WAJIB SHOLAT BAGI ORANG MUSLIM 



Seorang muslim akan terkena tuntutan wajib shalat adalah mereka yang memenuhi 3 persyaratan:

1. Orang Islam 
Artinya orang tersebut sudah menyatakan diri sebagai orang Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat:
أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ
Artinya: Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad bin Abdillah Utusan Allah

Oleh karena itu, maka selain orang Islam (kafir) tidak diwajibkan mengerjakan shalat. sekalipun mereka mengerjakan shalat, tidak akan diterima shalatnya dan tidak akan mendapatkan pahala sedikitpun. karena Sholat itu merupakan bagian dari Islam. Nabi SAW bersabda:
Dari Abi tolhah bin Ubaidillah ra. Rosulullah SAW pernah ditanya orang tentang Islam. Maka Rasulullah SAW menjawab yaitu: shalat lima waktu sehari semalam (H.R Bukhari dan Muslim)

2. Orang yang Sudah Baligh 
Orang yang sudah baligh, maka untuk anak-anak belum dikenai tuntutan wajib shalat. hal tersebut sesuai dengan hadis Nabi SAW:
Dari Aisyah ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: di cabut tuntutan beribadah pada tiga perkara: dari anak kecil sehingga dewasa, dari orang yang tidur sehingga bangun, dari orang gila sehingga ia sembuh. (H.R. Abu Daud)

Untuk melatih anak agar dapat dan membiasakan shalat, maka harus dilatih atau dibiasakan dari semenjak kecil sejak usia anak 7 tahun. orang tua berkewajiban memerintah agar dia rajin atau biasa melakukan shalat lima waktu dan boleh dipukul sebagai pengajaran Apabila anak meninggalkan shalat saat ia sudah berusia 10 tahun.

3. Berakal Sehat 
Berakal sehat, maka orang tidak sehat akalnya orang gila tidak berkewajiban sholat termasuk orang yang Ayan, mabuk yang tidak disengaja, atau karena sebab lain. orang yang memenuhi dua Persyaratan terakhir yaitu orang yang sudah dewasa dan berakal sehat disebut mukallaf.

CATATAN: 
Orang yang sudah dianggap dewasa apabila orang itu sudah memenuhi 3 hal sebagai berikut:

  • Orang tersebut sudah mencapai umur 9 tahun baik laki-laki maupun perempuan dan mereka telah pernah bermimpi Jima atau keluar sperma bagi laki-laki.
  • Sudah berumur 9 tahun bagi anak perempuan dan sudah pernah menstruasi (mengeluarkan darah haid)
  • Sudah berumur 15 tahun bagi laki-laki maupun perempuan sekali pun belum pernah bermimpi Jima belum atau pernah mengeluarkan sperma atau belum pernah menstruasi

SUNAH - SUNAH SHALAT


Seperti yang kita ketahui bahwa shalat merupakan rukun Islam yang kedua yang wajib kita lakukan dalam sehari semalam. kita melakukan sholat sebanyak 5 kali shalat fardhu. dalam sholat sendiri, kita mengenal syarat wajib shalat, rukun-rukun shalat, dan syarat sah shalat. namun selain dari itu, terdapat hal lain yang perlu kita ketahui, yaitu terkait dengan sunah-sunah shalat. baik itu sunah haiat maupun ab'ad.

Pengertian sunah shalat yaitu sesuatu perbuatan dalam yang apabila dikerjakan akan memperoleh nilai pahala, dan apabila tidak dilaksanakan tidak memperoleh nilai apa apa. artinya orang yang melakukan akan memperoleh pahala dan orang yang tidak melakukan tidak akan memperoleh pahala dan juga tidak dosa.

Sunah dalam sholat terbagi menjadi dua yaitu sunnah haiat dan Sunnah ab'ad. berikut adalah penjelasan lengkapnya terkait dengan Kedua jenis sunnah tersebut dalam shalat

A. Sunnah Haiat - nya Shalat
Definisi sunah haiat adalah sunah shalat yang apabila di tinggalkan baik itu sengaja atau tidak, maka tidak perlu sujud syahwi sebagai pengganti kekurangan tersebut. yang termasuk sunnah haiat dalam shalat adalah sebagai berikut:
  • Mengangkat kedua tangan pada saat Takbiratul Ihram ketika akan ruku', ketika bangun dari ruku' (i'tidal), dan ketika bangun setelah tasyahud awal.
  • Bersendekap dengan meletakkan telapak tangan kanan diatas punggung telapak tangan kiri dengan posisi di atas pusar di bawah dada.
  • Memandang kearah tempat sujud
  • Membaca doa iftitah (doa permulaan di dalam shalat)
  • Membaca Ta'awudz (audzubillahi minasyaiton nirojim) sebelum membaca surat Al Fatihah.
  • Membaca takmin (Aa-min) setelah selesai membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat-surat Alquran setelah membaca takmin (setelah Al Fatihah)
  • Membaca al-quran dengan jaher (keras) dan Siri (lirih tidak keras) dan di tengah-tengah antara jaher dan Siri itulah yang terbaik.
  • Membaca takbir intiqal (takbir komando) sebagai tanda beralihnya gerakan sholat
  • Membaca sami'allahu liman hamidah ketika bangun dari ruku' untuk i'tidal
  • Membaca tasbih ketika ruku' dan sujud
  • Duduk iftirasy atau duduk diantara dua sujud dan duduk tasyahud awal
  • Membaca doa duduk diantara dua sujud
  • Membaca tasyahud yang pertama. apabila shalat yang dilakukan lebih dari dua rakaat.
  • Duduk tawaruk ketika Tasyahud akhir
  • Meletakkan tangan kanan diatas paha kaki kanan dan tangan kiri di atas paha kaki kiri, baik pada duduk Tasyahud awal maupun pada duduk Tasyahud akhir.
  • Membaca doa setelah Tasyahud akhir sebelum salam.
  • Mengucapkan salam yang terakhir yang kedua

B. Sunah Ab'ad - nya Shalat
Definisi sunah ab'ad adalah sunah shalat yang apabila di tinggalkan baik itu sengaja atau tidak, maka perlu sujud syahwi sebagai pengganti kekurangan tersebut. yang termasuk sunnah ab'ad dalam shalat adalah sebagai berikut:
  • Tasyahud 
  • Membaca shalawat atas nabi s a w pada Tasyahud awal 
  • Membaca doa qunut pada shalat subuh di rokaat kedua dan pada saat shalat witir pada tengah bulan ramadhan sampai akhir ramadhan

Note: Sunah - sunah di atas yang meliputi sunah haiat dan sunah ab'ad di dasarkan atas hadis - hadis dari nabi muhammad dan ayat - ayat al -qur'an.

kita sering membahas tentang sifat atau haliah - haliah yang berhubungan dengan shalat yang meliputi syarat wajib shalat, sunah shalat, pengertian shalat, rukun shalat, dan lain sebagainya. namun ada beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu terkait dengan hal-hal yang dimakruhkan dalam shalat yang sangat perlu diketahui oleh kita sebagai kaum muslimin

HAL YANG MAKRUH DALAM SHOLAT



Mengapa penting bagi kaum muslimin untuk mengetahui hal-hal yang dimakruhkan di dalam shalat ? Hal tersebut dikarenakan apabila kita melakukan hal-hal yang dimakruhkan seperti yang akan dijelaskan di bawah ini, maka bisa jadi pahala dalam ibadah sholat kita dapat berkurang. lalu Apa pengertian dari makhluk itu sendiri?

Pengertian makruh adalah suatu perbuatan atau aktivitas dalam yang dianjurkan untuk tidak dilakukan, akan tetapi jika tetap dilakukannya maka tidak berdosa dan apabila ditinggalkan maka kita akan mendapat pahala dari Allah SWT. Walaupun itu makruh dan kita mendapat konsekuensi bila kita melakukannya, namun alangkah lebih baiknya kita tidak melakukannya. dan berikut ini adalah beberapa hal yang dimakruhkan dalam shalat yang wajib anda ketahui.

  1. Menoleh ke kanan ke kiri dengan wajahnya kecuali kalau ada kepentingan yang mengharuskan
  2. Menetapkan penglihatan ke atas langit-langit
  3. Bertolak pinggang meletakkan kedua tangannya diatas pinggang Malang lurik
  4. Berludah ke arah depan atau ke arah sebelah kanan
  5. Menyapu tanah tempat sujud ketika sujud bila terpaksa boleh sekali saja
  6. Menutup mulut baik dengan kedua tangannya atau dengan benda lain
  7. Membuka mulut ketika menguap baik dengan kedua tangannya ataupun dengan benda lain
  8. Menahan lapar dan menahan buang air baik itu air besar maupun air kecil
  9. Memberikan isyarat kepada orang lain dengan menggunakan kedua tangannya
  10. Dalam keadaan mengantuk yang sangat sehingga akan dapat menghilangkan konsentrasi dalam sholat
  11. Melaksanakan shalat sunat ketika iqomat untuk sholat fardhu dikumandangkan
  12. Hal yang makruh dalam shalat seperti yang tertulis di atas, didasarkan atas al - qur'an dan hadits shahih.

HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT


Dalam shalat, terdapat beberapa hal yang harus di ketahui, sehingga shalat kita dapat di nyatakan sah dan di catat sebagai amal ibadah yang baik. Hal - hal tersebut meliputi syarat wajib shalat, rukun shalat, sunah - sunah shalat dan lain sebagainya. Namun ada juga yang penting untuk di ketahui yaitu hal - hal yang membatalkan shalat Bagi Wanita dan Laki-Laki (Madzhab Syafi'i) . Apa saja hal - hal yang dapat membatalkan shalat ? 

Hal - hal yang mebatalkan shalat adalah perkara - perkara yang menjadikan shalat kita sebagai umat islam tersebut tidak sah dan tidak akan mendapatkan apa - apa apabila tetap di kerkajan. hal - hal tersebut adalah sebagai berikut:

1. Segala Hal yang Membatalkan Wudhu 
Segala hal yang membatalkan wudhu juga membatalkan shalat. termasuk hal ini keluar sesuatu dari qubul atau bubur, kecuali sperma, tidur kecuali dengan duduk yang tidak tergeser, hilang akal baik karena gila, ayan, pingsan, mabuk, atau karena lainnya, bersentuhan kulit antar yang berbeda jenis kelamin dan menyentuhku qubul/ dubur manusia.


2. Tidak Memenuhi Syarat Sahnya Shalat
Tidak memenuhi syarat sahnya shalat menyebabkan shalatnya batal. termasuk dalam hal ini seperti harus selalu suci dari hadas dan najis, selama salat menutup aurat, selama dalam salat selalu menghadap ke arah kiblat, dan harus mengetahui waktunya salat.

3. Berbicara dengan Sengaja 
Berbicara dengan sengaja walaupun dengan satu huruf yang huruf tersebut mengandung arti. nabi bersabda
Artinya: Dari Zaid bin Arqam berkata: pernah kami berbicara di dalam shalat, seseorang berbicara kepada temannya, dan temannya itu juga berbicara kepada teman yang lain di sampingnya, sehingga turun ayat (artinya): berdirilah kamu karena Allah dengan patuh dan taat. maka kami diperintahkan supaya diam dan melarang kami untuk berbicara. (HR muslim)

4. Makan dan Minum dengan Sengaja 
Hal ini didasarkan pada ijma' / kesepakatan para ulama. Ibnu mundzir mengatakan, para ahli telah sepakat bahwa barangsiapa yang makan atau minum dengan sengaja dalam shalat fardhu, maka shalatnya batal  dan ia wajib mengulanginya. menurut jumhur ulama dikatakan bahwa apa-apa yang membatalkan salat fardhu maka membatalkan salat sunah juga.

5. Bergerak Sampai Tiga Kali
Bergerak sampai tiga kali atau lebih secara berturut-turut tanpa adanya kepentingan Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: Dari Ibnu Mas'ud r.a. bersabda Rasulullah SAW : sungguh di dalam shalat itu sudah cukup pekerjaan. (HR Bukhari Muslim)

Keterangan: 
Shalat itu sudah cukup banyak mengandung pekerjaan-pekerjaan, baik yang terkait dengan ucapanmaupun gerakan-gerakan. maka cukup kiranya apa yang telah ditentukan di dalam shalat, tidak perlu di tambah-tambah lagi, kecuali ada hajat seperti akan membunuh binatang berbisa yang berbahaya, seperti ular dan kalajengking yang sekiranya akan menggigit.

6.Tertawa 
Nabi bersabda
Artinya: Dari Jabir r.a.: dari Nabi SAW bersabda: Ketawa itu bisa membatalkan shalat. tetapi tidak membatalkan wudhu. (HR Ad Daruquthni dan al-baihaqi)

7. Menambah Rukun
Menambah rukun baik yang qauliah (ucapan) maupun fi'liyah (perbuatan), seperti menambah rukuk dan lain-lain. pernah Nabi SAW bersabda kepada seseorang Baduy yang tidak menyempurnakan salatnya:
Kembalilah untuk shalat. sebab engkau sungguh belum shalat (HR Bukhari dan Muslim)

8. Berubah niat diTengah-Tengah
Berubah niat ditengah-tengah perjalanan melaksanakan shalat atau menggantung kan niat kepada yang lain. misalnya dipanggil teman segera ingin membatalkan shalat.

Hikmah shalat banyak sekali dan mungkin bisa dilihat dari berbagai aspek. seperti aspek kedisiplinan, ketertiban, persatuan, kesatuan, kekompakan, kesehatan, dan lain sebagainya.

MANFAAT DAN HIKMAH SHALAT



Di sini tidak akan menguraikan hikmah shalat secara panjang lebar, namun hanya akan mengambil serba sedikit dari apa yang telah diuraikan oleh seorang ulama Al Azhar Syekh Al Ahmad al JurJawi dalam bukunya Hikmatul tasyri' wa falsafatuhu. yang secara singkat dapat disampaikan sebagai berikut:

1. Salat Melebur dan Menghapus Dosa 
Dalam kehidupan sehari-hari, orang tidak bisa lepas dari salah dan dosa, baik besar atau kecil, baik langsung kepada Allah atau dosa karena lantaran sesama manusia.

Dosa merupakan beban berat bagi orang yang melakukannya. untuk melepaskan / meringankan beban berat tersebut bisa dengan mengerjakan shalat, karena saat orang yang berdosa itu sedang sholat, berarti sedang menghadap Allah dan sedang konsentrasi dengan perbuatan pekerjaan sholatnya, dan beban berat atau jasa tersebut dilakukan sekaligus dihilangkan oleh Allah SWT. bagaikan hilangnya kotoran yang dibasuh dengan air. nabi bersabda:
Perumpamaan sholat lima waktu seperti sungai berair tawar yang mengalir, berada di depan pintu rumah salah seorang diantara kamu, Dan ia mandi disitu 5 kali setiap hari. Maka apakah masih ada kotoran (yang tertinggal) di tubuh orang itu (H.R. Muslim)

2. Shalat akan Menentramkan Jiwa Hati
Orang yang shalat dengan total menghambakan diri kepada Allah SWT, ia akan terhindar dari rasa gelisah, takut, dan khawatir manakala menerima musibah atau malapetaka yang lain. karena ia sadar bahwa itu semua datangnya dari Allah SWT. bahkan akan terhindar dari sifat kikir untuk melakukan kebaikan, baik dengan jiwa raga dan harta Bendanya. mana tahu Allah telah mentakdirkan pada dirinya menerima musibah malapetaka. Allah berfirman:
  إِنَّ الإنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا ١٩ إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا٢٠ وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا ٢١  إِلا الْمُصَلِّينَ ٢٢ 
Artinya :Sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam keadaan selalu ber gelisah Apabila ditimpa bahaya maka petaka ia amat berkeluh kesah dan apabila memperoleh kebaikan kekayaan ia menjadi sangat ikir kecuali orang-orang yang shalat. (Q.S Al-Ma'arij ; 19 - 22)

3. Shalat Sebagai Wujud Syukur Kepada Allah
Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk yang indah dan sempurna. diciptakan menjadi manusia sudah merupakan kenikmatan yang tiada taranya. terlebih dengan bentuknya yang indah. Gayanya yang luwes itu merupakan kenikmatan yang tidak dimiliki oleh makhluk Allah yang lain. dan apabila dengan kodrat dan iradat Allah menciptakan segala sesuatunya di luar diri manusia, semua itu semata-mata untuk memenuhi kebutuhan manusia. maka sudah semestinya kita bersyukur kepadanya. Allah berfirman:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya : sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.(Q.S. At - Tin : 4)

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Artinya: Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Q.S. Ibrohim ; 34)

Adapun cara untuk mensyukuri nikmat Allah yang terbaik adalah dengan cara memanfaatkan kenikmatan itu untuk mentaati Allah SWT. Kita diciptakan sebagai manusia untuk melakukan shalat. kita diberi harta mau berzakat bersedekah dan sebagainya secara singkat kenikmatan itu dimanfaatkan untuk beribadah mengabdikan diri kepada Allah, bukan untuk yang selain Allah. Hal ini juga sesuai dengan firman Allah dalam al - quran surat Adzariyat ayat 56 :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Q.S .Adzariyat : 56 )

4. Sholat Akan Menghindarkan dari Perbuatan Jahat dan Mungkar
Shalat yang dilakukan dengan benar artinya dapat melaksanakan sesuai dengan syarat rukun dan Sunah sunahnya, menghindarkan diri dari yang dapat membatalkan / merusaknya serta dengan khusyu', tawadhu', dan hudur hatinya, akan dapat mencegah dari melakukan perbuatan-perbuatan kotor seperti maksiat, jahat, buruk, dan ingkar (mungkar). Allah berfirman:

 ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ 
Artinya : Sesungguhnya Sholat itu bisa mencegah perbuatan buruk / jahat dan munkar / inkar (Q.S Al - Ankabut ; 45)

5. Shalat Sebagai Motivasi untuk Disiplin Waktu
Sholat harus dilakukan tepat pada waktunya. sehari semalam orang wajib sholat minimal 5 kali sesuai waktu yang telah ditentukan. hal ini mestinya akan dapat dijadikan pendorong bagi orang yang shalat akan dapat melakukan segala kegiatan dalam sehari harinya menurut sesuai waktu yang telah ditentukan. disiplin waktu dari semenjak bangun tidur sampai menjelang tidur kembali. misalnya sehabis sholat subuh sebaiknya menenangkan pikiran dengan jalan-jalan pagi sekedarnya, menyiapkan semua alat untuk kebutuhan kerja, sekolah, ke pasar, dan lain-lain. sehabis sholat dzuhur tidur sebentar. sehabis sholat ashar belajar, baca, buku, Koran, majalah, Atau lainnya. sehabis sholat Magrib mengaji dan sehabis sholat isya untuk kepentingan kemasyarakatan.

Sebenarnya masih banyak hikmah sholat itu namun tanpa mengurangi hal tersebut artikel ini hanya menguraikan Sekedar Saja sebagai pelengkap dari pembahasan tentang sholat

Demikian ulasan kami artikel saya yang membahas semua hal tentang sholat, semoga bermanfaat sebagai tuntunan sholat lengkap sesuai dengan syariat islam. Terima kasih kami ucapkan kerpada beberapa sumber yang telah bersedia literaturnya kami kutip dalam artikel saya ini. Mohon maaf bila ada kesalahan dan wassalamualaikum.
Comments


EmoticonEmoticon