125+ Contoh Majas Litotes, Pengertian, Ciri - Ciri, Fungsi Dan Tujuan (Lengkap)

Daftar Isi [Tutup]
    Contoh Majas Litotes - Gaya bahasa yang menarik akan dapat memberikan kesan yang lebih baik terhadap para pembaca. Dalam ilmu bahasa indonesia, gaya bahasa juga disebut sebagai majas. Majas dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam mengungkapkan informasi kepada para pembaca agar lebih efektif.  Informasi akan dapat diterima dengan baik oleh para pembaca apabila tulisan tersebut menarik untuk dibaca dan mudah untuk difahami.

    Dalam sebuah sumber informasi, menjelaskan bahwa gaya bahasa atau majas dapat kita artikan sebagai penggunaan ragam bahasa tertentu bertujuan untuk mendapatkan akibat - akibat tertentu yang menjadikan sebuah karya sastra akan semakin menarik (baik lisan maupun tertulis).

    Terdapat berbagai macam jenis majas dalam bahasa indonesia seperti majas pertentangan, majas sindiran, majas perbandiangan dan lain sebagainya. Salah satu majas yang penting dan menarik untuk kita kaji pada kesempatan kali ini adalah majas litotes.

    Kemudian apa yang dimaksud dengan majas litotes ? bagaimaca ciri - ciri majas litotes ? apa tujuan dan fungsi majas litotes ? apa saja jenis-jenis majas litotes ? dan masih banyak lagi pertanyaan - pertanyaan lain. Pada kesempatan kali ini saya akan berusaha untuk menjawab semua pertanyaan tersebut dengan merangkum beberapa materi dari sumber bacaan favorit saya. Semoga bermanfaat bagi kamu semua.

    Pengertian Majas Litotes Adalah


    Menurut bahasa, kata litotes berasal dari bahasa Yunani Kuno “lito” yang berarti kesederhanaan. Secara umum, Majas Litotes adalah majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan suatu hal dengan perkataan yang rendah hati dan lemah lembut. Majas ini sering digunakan untuk menyangkal lawan daripada hal yang ingin diungkapkan.

    Selain itu, majas litotes merupakan salah satu jenis majas pertentangan dan umumnya digunakan dalam penyampaian pesan dengan menunjukkan kesan yang kesan lemah lembut dari setiap ungkapan yang disampaikan, serta untuk tujuan merendahkan hati. Dan juga tidak menggunakan bahasa yang sebenarnya dalam penyampaian.

    Baca Juga : Majas Metafora

    Dalam penyampaian pesan menggunakan majas litotse ini, penting dirasa untung menggunakan gaya bahasa yang mengurangi atau melemahkan kenyataan yang sebenarnya. Dengan begitu, orang yang mengungkapkan tidak akan tampak sombong dalam menyangkal pernyataan lawan biacaranya atau argumen lain.

    Tujuan utama dalam penggunaan majas litotes dalam berbagai macam keperluan berbahasa adalah untuk menjaga kesopanan atau menjadikan pesan yang disampaikan tidak menyakiti hati orang lain. Dalam berbagai hal seperti misalnya percakapan sehari - hari, kepenulisan, sering menggunakan majas litotes ini. Namun terkadang juga bisa temukan majas litotes ini dalam pidato, Lagu, puisi. nasihat, syair, atau ceramah.

    Ciri-Ciri Majas Litotes


    Berdasarkan definisi majas litotes diatas, dapat diambil benang merang tentang beberapa ciri - ciri majas litotes yang membedakannya dengan majas yang lain. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh Majas litotes yaitu:
    1. Menggunakan kata - kata dan kalimat kiasan yang menunjukkan persamaan suatu hal dengan suatu yang lainnya.
    2. Menggunakan diksi atau pilihan kata yang abstrak dengan tujuan menggambarkan sebuah maksud dan tujuan dari isi cerita dan sajak.
    3. Sering dan tidak jangan menggunakan diksi atau pilihan kata yang bermakna pembanding seperti bak, laksana, meliputi, bagai, bagaikan, dan lain sebagainya.
    4. Menyampaikan pesan dengan maksud tertentu yang tersusun halus untuk tetap menjaga sebuah kesopanan dalam penyampaian.
    Baca Juga : Majas Personifikasi

    Tujuan dan Fungsi Majas Litotes


    Adanya suatu hal yang bermanfaat tentunya tidak lepas dari tujuan dan fungsi keberadaan hal tersebut. Salah satunya adalah majas litotes ini, tidak hanya bertujuan dan berfungsi untuk menjaga kesopanan saja, namuan ada fungsu dan tujuan lain dari penggunaan majas litotes dalam berbagai macam keperluan berbahasa. Berikut adalah beberapa tujuan dan fungsi lain dari majas litotes:
    1. Menciptakan efek kesenangan yang bersifat Imajinatif dalam penyampaiaan pesannya.
    2. Menciptakan output lebih dari pada hanya penyampaiaan pesan biasa. Dengan majas ini, akan tercipta sebuah Imajinasi akan suatu hal yang akan terlihat abstrak konkrit dan mudah untuk di mengerti dan dinikmati pesan tersebut.
    3. Meningkatkan intensitas perasaan pengarang dalam mentransfer sebuah makna dan sikap pada orang lain sebagai pembaca atau pendengar.
    4. Menjadikan suatu pesan yang akan disampaikan lebih sederhana, lugas, enak untuk disampaikan, dan sopan terhadap orang lain dengan cara menggunakan bahasa yang yang tepat dan rendah hati.

    Kumpulan Contoh Majas Litotses


    Pada bagian ini, saya akan mencoba merangkum beberapa contoh majas metafora dari berbagai macam sumber baik itu blog, jurnal, buku, koran , dan lainnya yang akan saya sajikan dalam bentuk kalimat - kalimat yang menarik. Selain itu saya juga akan mengklasifikasikanya kedalam beberapa kategori cohtoh majas litotes. Semoga dapat anda gunakan sebagai bahan dalam memahami materi ini dan juga dapat anda gunakan sebagai bahan dalam mengerjakan tugas anda. berikut adalah ulasannya.

    1.  Contoh Majas Litotes dan Artinya

    Di hari yang spesial ini terimalah hadiah yang sekadarnya dariku
    Artinya : hadiah yang sekadarnya ternyata adalah hadiah yang mewah yang tidak ingin disombongkannya.

    Jangan sungkan untuk memanggil langsung dengan menyebut namaku, karena aku hanyalah pengusaha kecil.
    Artinya : pengusaha kecil disini bisa jadi dia pengusaha yang sangat sukses yang tidak ingin disombongkannya.

    Tidak seharusnya tubuh yang rapuh dan renta ini mendapat penghargaan dari orang yang kuat seperti mu.
    Artinya : tubuh rapuh dan renta ini bisa jadi adalah tubuh yang kuat (bukan yang sebenarnya) yang tidak ingin disombongkannya.

    Jangan sungkan sungkan meminta bantuan kepada orang yang kurang pengalaman seperti diriku. Artinya: Orang kurang pengalaman bermakna sebaliknya yaitu sebenarnya orang yang sudah memiliki banyak sekali pengalaman yang tidak ingin disombongkannya..

    Di kampung kami hanya akan merayakan perayaan kecil-kecilan dalam memperingati HUT RI.
    Artinya: Perayaan kecil-kacilan bisa jadi adalah perayaan atau pesta besar-besaran yang tidak ingin disombongkannya.

    2. Contoh Majas Litotes Dalam Puisi

    Judul : Rendah Hati 

    Aku tuli, pada pujian yang menjatuhkan.
    Aku buntu, pada arah yang tak menentu.
    Aku tak butuh di suapi.
    Dengan retak, aku menyapih diri.
    Melangkah pasti, menghantam ambisi.

    Puisi tersebut mengungkapkan pesan tidak menggunakan makna yang sebenarnya. Melainkan makna kiasan dengan diksi yang denotatif. Ditunjukkan dengan penggunaan kata "aku tuli, aku buntu" yang menunjukkan arti berlawaran dengan yang sebenarnya. Tujuannya adalah membuat kesan lebih enak di dengar dan lebih sopan.

    Baca Juga : Contoh Majas Hiperbola

    3. Contoh Majas Litotes Bahasa Inggris

    The city is not unclean
    Artinya : Kota ini tidak kotor.
    The food is not bad
    Artinya : Makanan ini tidak buruk.
    He was not unfamiliar with the works of Dickens
    Artinya : Dia tidak tak terbiasa dengan karya-karya Dickens.
    She is not as young as she was
    Artinya : Dia tidak semuda dia dahulu.
    Rap videos with dancers in them are not uncommon
    Artinya : Video rap dengan penari di dalamnya itu tidak tak biasa
    It is no ordinary city
    Artinya : Ini bukan kota biasa.
    You are not wrong
    Artinya : Kamu tidak salah.
    He’s not the ugliest fellow around
    Artinya : Dia bukan orang paling jelek di sekitar sini!
    She’s not the brightest girl in the class
    Artinya : Dia bukan gadis paling cemerlang di kelas.

    4. Contoh Majas Litotes dalam Karya Sastra

    1. Mampir meskipun hanya seteguk air.
    2. Mainan ini adalah hasil usaha keluarga saya.
    3. Saya hanya anak bawang di antara mereka.
    4. Peranku tidak begitu penting dalam proyek itu.
    5. Kususuri jalan setapak demi setapak menuju impian.
    6. Pegawai rendahan sepertiku tidak akan sanggup berliburan ke tempat semewah itu.
    7. Menu warung ini bekal siangku hari ini.
    8. Melalui ungkapan sederhana ini saya mengucapkan terima kasih kepada Anda.
    9. Bisnis saya yang buruk mendapat dukungan dari keluarga saya.
    10. Orang-orang yang muncrat seperti saya tidak mengerti betapa malasnya Anda memberi tahu saya.
    11. Saya hanya orang yang berpendidikan rendah.
    12. Otak saya tidak akan bisa mencerna materi itu.
    13. Kain ini adalah kebanggaan saya ke mana saya pergi.
    14. Pakaian mahal ini tidak cocok untukku dengan tubuh besar.
    15. Saya akan mengumpulkan koin untuk melayani orang tua saya tahun depan.
    16. Mungkin lembaran kertas ini bisa menutupi hutang Anda.
    17. Anda mungkin belum pernah bertemu seseorang yang sebodoh saya.
    18. Nama kecil saya yang mungkin disandingkan dengan pemain film terkenal.
    19. Peran saya tidak begitu penting dalam proyek ini.
    20. Saya hanya seorang peternak sapi yang ingin memiliki bisnis yang sukses.
    21. Apa yang saya miliki hanyalah sebidang tanah.
    22. Kertas buram menuntun saya ke posisi saya saat ini.
    23. Sejumlah harapan menjadi modal saya untuk tinggal di luar negeri.
    24. Saya mengikuti langkah demi langkah menuju mimpi itu.
    25. Pelayan rendahan seperti saya tidak akan bisa melakukan perjalanan ke tempat yang mewah.
    26. Aku yang jelek tidak bisa berdiri berdampingan dengan yang cantik.
    27. Saya hanya memiliki ijazah dengan karier yang sukses di perusahaan terkenal.
    28. Hadiah dari saya tidak akan bisa membalas kebaikan Anda.
    29. Tidak heran saya mendapatkan penghargaan ini?
    30. Prestasi yang saya peroleh tidak seberapa dibandingkan dengan banyak prestasi Anda.
    31. Anda lebih layak memenangkan pertandingan itu daripada saya.
    32. Tubuhku yang lemah tidak bisa bersaing denganmu yang sekuat itu.
    33. Dia yang tampan tidak akan bisa berdiri di sampingku yang memiliki wajah biasa-biasa saja.
    34. Jika Anda punya waktu, datanglah ke kabin kami.
    35. Dia tidak akan tertarik pada saya, yang dikalahkan.
    36. Jika Anda ingin menghadiri salam kecil kami.
    37. Tidak ada yang spesial dari saya.
    38. Semua yang saya miliki adalah berkat karunia dari Tuhan.
    39. Orang kuno yang saya tidak pantas menjadi duta kebersihan.
    40. Saya membeli sepatu ini saat berlibur di Yogyakarta.
    41. Meskipun saya anak dokter, saya masih mahasiswa biasa.
    42. Ini adalah coretan tak berarti yang aku persembahkan untukmu.
    43. Saya orang amatiran tidak akan bisa bersaing dengan para profesional seperti itu.
    44. Saya hanyalah seorang pekerja intelek yang sehari-hari makan garam dan nasi putih.
    45. Saya menyelesaikan S2 di Amerika dengan otak yang tumpul.
    46. Hanya televisi butut ini hiburan kami sehari-hari.
    47. Saya memakai tas plastik ini ke sekolah.
    48. Menu warung ini adalah makan siang saya hari ini.
    49. Janganlah sungkan meminta bantuan orang yang kurang pengalaman seperti diriku.
    50. Kalau ada waktu luang mampirlah ke gubuk reotku ini.
    51. Saya hanya sebutir pasir di ladang pasir.
    52. Saya menggantungkan harapan kepada putra tertua saya.
    53. Rumah kecil ini mungkin tidak menyenangkan untukmu.
    54. Bantuan yang tidak berguna ini dapat mengurangi beban Anda.
    55. Aku setua ini yang layak untuk sekolah lagi.
    56. Saya wajah biasa-biasa saja di mana mungkin ada seseorang yang ingin melamar.
    57. Duduklah meski Anda lelah.
    58. Tanganku selalu terbuka untukmu kapan pun kau mau.
    59. Saya senang diundang ke tempat Anda.
    60. Silakan makan adonan sederhana ini.
    61. Maaf, kami hanya menyajikan sayuran bening.
    62. Di hari ulang tahunmu ini terimalah hadiah yang sekadarnya ini.
    63. Apalah dayaku hanya seorang biasa yang hendak menyunting bidadari dunia sepertimu.
    64. Terimalah tanda cintaku yang tidak seberapa ini.
    65. Kami hanya hidup pas-pasan di kota besar ini.
    66. Saya tidak akan bisa melewati semuanya tanpa dukungan kalian semua.
    67. Namaku yang kecil mana mungkin bisa disandingkan dengan pemain film terkenal itu. 
    68. Pantaskah aku mendapatkan penghargaan ini?
    69. Prestasi yang kuperoleh tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan prestasimu yang banyak.
    70. Kau lebih pantas memenangkan pertandingan itu daripada aku.
    71. Tubuhku yang lemah tidak mungkin menyaingimu yang kuat itu.
    72. Jikalau berkenan, naiklah motor bututku ini
    73. Mohon maaf saya memakai pakaian lusuh dalam acara hajatan anda.
    74. Aku yang buruk rupa takkan bisa bersanding denganmu yang jelita.
    75. Aku yang hanya bermodalkan ijazah berhasil berkarir di sebuah perusahaan ternama.
    76. Bagaikan langit dan bumi, aku tidak pantas bila disandingkan denganmu yang sempurna.
    77. Otakku takkan mampu mencerna materi itu.
    78. Pakaian rombeng inilah yang menjadi kebanggaanku kemana aku pergi.
    79. Baju semahal ini takkan muat untukku yang bertubuh besar.
    80. Mobil ini adalah hasil dari bisnis kecil kami.
    81. Mungkin Anda tidak akan merasa betah di rumah saya hanya dengan tikar ini.
    82. Ayah saya bekerja di mobil biasa.
    83. Recehan demi recehan kukumpulkan untuk menghajikan orang tuaku tahun depan.
    84. Mungkin lembar-lembaran kertas ini bisa menutupi hutangmu.
    85. Kau mungkin belum pernah bertemu dengan orang sebodoh aku.
    86. Pemberian dariku takkan mampu membalas budi baikmu.
    87. Ijinkanlah saya sebagai orang awam menyampaikan pendapat.
    88. Hanya hal kecil ini saja yang dapat saya lakukan untuk membantu anda.
    89. Jangan sungkan memanggil langsung dengan menyebut namaku, aku hanyalah pengusaha kecil.
    90. Desa kami akan merayakan perayaan kecil-kecilan dalam memperingati hari kemerdekaan.
    91. Tak seharusnya tubuh yang rapuh dan renta ini mendapat penghargaan dari orangkuat sepertimu.
    92. Sehari-hari kami hanya makan seadanya.
    93. Penampilan saya yang ketinggalan jaman adalah apa yang pantas disebut eksekutif.
    94. Mungkin kau tidak akan betah di rumahku yang hanya beralaskan tikar ini.
    95. Ayahku bekerja dengan menggunakan mobil biasa.
    96. Aku memakai tas plastik ini ke sekolah.
    97. Dia yang tampan takkan mungkin bersanding dengan diriku yang berwajah pas-pasan.
    98. Jika kau ada waktu datanglah ke pondok kami.
    99. Saya hanya berharap saya bisa datang ke tempat ini.
    100. Jauh dari apa yang saya bayangkan, saya berhasil mendapatkan beasiswa bergengsi itu.
    101. Anda tidak akan menemukan apa pun dari saya yang rendah ini.
    102. Tidak ada yang bisa dibanggakan dengan orang cacat seperti saya.
    103. Beristirahatlah di sofa kami.
    104. Ilmu yang sedikit ini mungkin bisa menyelesaikan masalah Anda.
    105. Tanganku yang kasar mungkin bisa sedikit meredakan sakitmu.
    106. Terima souvenir murah ini.
    107. Tubuh kurus saya yang kurus tidak akan pernah memenangkan pertandingan atletik.
    108. Sepotong harapan aku menggantung di sini.
    109. Meski menang, masih ada orang yang lebih besar dariku.
    110. Apalagi mobil, rumah mewah yang tidak mampu saya beli.
    111. Mungkin hanya dalam mimpiku menjadi dokter.
    112. Saya hanyalah orang biasa yang tidak pantas menerima penghargaan ini.
    113. Mobil ini adalah hasil usaha kecil-kecilan kami.
    114. Cahaya ini tidak terlalu terang bagimu.
    115. Penghasilan saya hanya cukup untuk makan nasi kucing.
    116. Masih terlalu dini bagi saya untuk bergabung dengan proyek sebesar itu.
    117. Makan buka puasa kami hanya kencan.
    118. Seperti surga dan bumi, saya tidak pantas dipasangkan dengan yang sempurna Anda.
    119. Otak saya tidak akan bisa mencerna materi itu.
    120. Kain ini adalah kebanggaan saya ke mana saya pergi.
    121. Tidak peduli betapa hebatnya aku, itu akan menjadi tidak berarti tanpa kalian.
    122. Alih-alih membeli yang baru, sulit bagi saya untuk makan.
    123. Seorang warga desa seperti saya yang berhak menghadiri pesta.
    124. Hanya tubuh tua ini yang menjadi penghubung hidupku.
    125. Alas kaki ini ku beli saat berlibur ke Yogyakarta.
    126. Meskipun seorang anak dokter, aku tetaplah seorang siswa biasa.

    Demikian ulasan artikel saya terkait dengan majas litotes yang sudah saya sajikan secara komprehensif. Semoga bermanfaat kepada kamu semua dalam menyusun makalah majas personifikasi. Saya mengucapkan beribu terima kasih kepada para blog dan jurnal yang telah bersedia kontennya kami kutip satu persatu yang tidak dapat saya tuliskan satu persatu sumbernya.

    Anda mungkin menyukai postingan ini