Pengertian Ideologi Pancasila, Fungsi, Makna dan Ciri - Cirinya (Menurut Para Ahli)

Daftar Isi [Tutup]

    Ideologi pancasila adalah sekumpulan gagasan, ide-ide dasar, keyakinan dan kepercayaan (bersifat dinamis) yang digunakan di Negara Republik Indonesia. Dengan begitu, seluruh masyarakat yanga ada dibawah naungan negara republik indonesia harus menerapkan nilai - nilai yang ada dalam ideologi pancasila dalam kehidupan sehari - hari.


    Sebagai sebuah ideologi yang diterapkan di indonesia, pancasila dianggap sebagai ideologi yang cocok digunakan di indonesia dengan keragaman ras, suku, bangsa, dan bahasa. “Berbeda-beda tetapi tetap satu” itu adalah moto dari pancasila "bhineka tunggal ika".

    Banyak hal yang perlu kita fahami bersama akan sebuah ideologi pancasila. Pancasila bukan hanya sekedar nama ideologi yang digunakan di indonesia. Melainkan nilai - nilai dan makna penting didalamnya pun juga kita perlu memahami itu. 

    Oleh karena itu. Pada artikel ini akan dibahas secara komprehensif semua hal tentang ideologi pancasila dari definisi, makna, fungsi, tujuan, ciri - ciri, sejarah, dan contohnya. Selamat membaca.


    Pengertian Ideologi Pancasila

    Pancasila adalah sekumpulan gagasan, ide-ide dasar, keyakinan dan kepercayaan (bersifat dinamis) yang digunakan di Negara Republik Indonesia. Selain itu, pancasila juga merupakan hasil konsepsi dan cita-cita para pencetus pertama berdirinya negeri Indonesia yang merdeka.

    Pancasila adalah wujud manifestasi dan uasaha para penggagas dan pendiri bangsa indonesia untuk membuat tujuan dan arah berdirinya negara republik indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

    Sebagai negara yang berdaulat, para pahlawan indonesia rela berkorban berusaha untuk mewujudkan kemerdekaan indonesaia dari penjajahan asing yang telah lama. Adanya pancasila menjadi dasar instrumen dari kristalisasi harapan dan jawaban konkit oleh seluruh para pahalawan kemederkaan indonesia. 

    Pancasila menunjukkan bahwa benar - benar seluruh bangsa masyarakat indonesia mendambakan, menginginkan, dan mencita-citakan kedaulatan negara yang utuh dan terarah, serta memiliki fondasi filasati yang kuat.

    Presiden pertama republik indonesia, Presiden Soekarno Hatta, menjelaskan bahwa, pancasila tidak baru di ciptakan dan dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Pancasila merupakan wujud kristalisasi nilai dan pandangan hidup bangsa indonesia yang telah lama ada selama beratus-ratus tahun yang lalu.

    Para pahlawan pendiri dan penggas kemerdekaan bangsa indonesia ini hanya membantu mengeksplisitkan khasanah kebijaksanaan bangsa itu menjadi pedoman bangsa indonesia sebagai acuan panduan arah dan tujuan  bangsa serta membantu pelangsungan proses kemerdekaan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

    Oleh karena itu, marilah kita gemar untuk mempelejar ideologi pancasila ini dan mempelajari sejarah - sejarahnya dengan harapan kita dapat mengilhami spirit dan semangat yang dapat ditangkap pada proses sejarah tersebut dan juga memahami pesa - pesan dari para founding fathers kepada generasi penerus berikutnya seperti generasi milenial sekarang ini.


    Pengertian Ideologi Pancasila Menurut Para Ahli

    Berikut merupakan pendapata dan pandangan ideologi pancasila dari tiga pemikir filsafat Pancasila yang dalam: 

    1. Kartohardiprodjo

    Pancasila adalah filsafat bangsa Indonesia dalam arti pandangan dunia. Sebagai suatu pandangan dunia, filsafat Pancasila itu bersistem dan sila-sila Pancasila kait mengkait secara bulat dan utuh. 

    Kebulatannya itu menunjukkan hakikat maknanya sedemikian rupa sehingga bangunan filsafat Pancasila itu substansinya memang sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia turun-temurun. Pancasila merupakan cerminan jiwa bangsa Indonesia (dalam Slamet Sutrisno, 2006)

    2. Notonagoro

    Pancasila merupakan azas pandangan dunia, suatu azas pandangan hidup, buah hasil perenungan jiwa yang mendalam, buah hasil penelaahan cipta yang teratur dan seksama di atas basis pengetahuan dan pengalaman hidup yang luas dan mendalam. Asal mula materiil Pancasila adalah adat, tradisi dan kebudayaan Indonesia. 

    “lima unsur yang tercantum di dalam Pancasila bukanlah hal yang baru pada pembentukan negara Indonesia, akan tetapi sebelumnya dan selama-lamanya telah dimiliki oleh rakyat, bangsa Indonesia, yang nyata ada dan hidup dalam jiwa masyarakat, rakyat dan bangsa Indonesia. 

    Pancasila merupakan suatu kesatuan. Sila-sila itu sendiri saling terkait dalam hakikat persatuan-kesatuan. Dasar dari sifat dasar itu adalah adalah filsafat manusia Pancasila, yakni rumus filosofis manusia sebagai makhluk monodualis/monopluralis (dalam Slamet Sutrisno, 2006).

    3. N. Drijarkara

    Pancasila itu inheren pada eksistensi manusia yang tidak terlepas dari keadaan konkrit tertentu. Untuk menunjukkan akses manusia ke arah Pancasila, Drijarkara memulai dengan eksistensi manusia yang cara mengadanya adalah ada-bersama, bukan antara “Aku dan Engkau” melainkan ada bersama dalam “Aku-Engkau”. 

    Bahwa manusia tidak hanya meng-Aku melainkan dalam peng-Aku-an itu selalu memuat Engkau: manusia meng-Aku sekaligus meng-Kita. Aku-Kau menjadi Kita (dalam Slamet Sutrisno, 2006).


    Makna dan Nilai - Nilai Ideologi Pancasila

    Bagi bangsa Indonesia, pancasila adalah Sein im Sollen, yang artinya pancasila merupakan harapan, cita-cita, dan sekaligus bagi bangsa Indonesia yang patut untuk diketahui dan dipertahankan. Atau dengan kata lain, Pancasila merupakan cerminan nilai realitas dan idealitas bangsa ini. 

    Cerminan realitas bangsa, karena di dalam sila-sila Pancasila terdapat nilai - nilai yang telah dan akan selalu dipraktekkan dalam hidup sehari-hari oleh setiap warga negara bangsa Indonesia. 

    Sedangkan cerminan idealitas karena pancasila adalah harapan, dambaaan, dan cita - cita besar bangsa indonesia yang telah dan akan selalu diwujudkan dalam kehidupan masyarakat indonesai.

    1. Nilai Cita-cita, Harapan, Dambaan Bangsa

    Menurut Prof Kaelan (2002: 128), nilai - nilai pancasila dari sila pertama hingga sila kelima adalah cita-cita, harapan, dambaan bangsa Indonesia.

    Pancasila telah secara formal menjadi das Sollen bangsa Indonesia di 1945 itu  yang pada dasarnya ditarik dari kenyataan - kenyataan dalam adat-istiadat, kebudayaan dan kehidupan keagamaan atau kepercayaan bangsa Indonesia. 

    2. Nilai Instrumental (Intrinsik dan Ekstrinsik)

    Pancasila juga memiliki nilai instrumental didalamnya yang meliputi nilai intrinsik dan juga nilai ekstrinsik. 

    Nilai intrinsik dan ekstrinsik Pancasila merupakan nilai hasil perpaduan antara nilai asli bangsa indonesia dengan nilai - nilai yang ditarik dan budaya luar indonesia (masa sejarah abad IV Masehi, masa imperialis, dan lainya). 

    Nilai tersebut diserap dan di padukan oleh para kaum cendekiawan seperti Soekarno, Muhammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan para pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia lain. Mereka mengadopsi nilai - nilai modern modern saat belajar ke negara Belanda. 

    Baca juga : Biografi Pahlawan Ki Hajar Dewantara

    Ciri khas nilai - nilai yang melekat dalam tubuh pancasila terletak pada diakuinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial sebagai satu kesatuan. dan cirikhas tersebut telah membedakan bangsa indonesia dengan bangsa - bangsa lain.

    Kekhasan Nilai-nilai tersebut memiliki sifat umum universal. Sifat yang universal menjadi nilai - nilai tersebut tidak hanya milik masyarakat Indonesia, melainkan juga milik masyarakat seluruh dunia.


    Fungsi Ideologi Pancasila

    Sebagai nilai instrumental, pancasila bersifat imperatif dan menjadi pedoman mewujudkan cita - cita bangsa dan sudah seharunya menyesuaikan dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

    Pancasila, selain hanya mencerminkan identitas masyarakat Indonesia, juga memiliki fungsi sebagai metode, cara, atau misi (mean) dalam mencapai tujuan, yang dalam perwujudan tersebut, indonesia harus menggunakan cara-cara yang berketuhanan yang adil dan beradab, berpersatuan, berkerakyatan yang menjunjung tinggi musyawarah untuk mencapai mufakat, dan juga berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Pancasila juga berfungsi sebagai nilai- nilai dasar dapat dimanfaatkan untuk referensi kritik sosial budaya. Selain itu pancasila dapat mememunculkan inspirasi dalam membangun corak tatanan sosial budaya yang baik semacam model strategi kebudayaan.

    Nilai-nilai yang ada didalam pancasila telah digunakan sebagai ideologi nasional bangsa Indonesia yang telah diakui oleh dunia. Bukan hanya sekedar identitas, namun juga banyak fungsi - fungsi ideologi pancasila tersebut yang diantaranya:

    • Sarana pemersatu bangsa Indonesia.
    • Petunjuk dan pedoman dalam mencapai tujuan bangsa indonesia.
    • Pemberi motivasi dalam menjaga dan memajukan jati diri bangsa Indonesia.
    • Sebagai pedoman hidup masyarakat Indonesia untuk menjaga keutuhan negara.
    • Menumbuh kembangkan jiwa nasionalisme dan patriotisme terhadap seluruh masyarakat indonesia.


    Ciri - Ciri Ideologi Pancasila

    Ideologi pancasila termasuk dalam ideologi terbuka. Oleh karena itu, pancasila mampu menyesuaikan perkembangan jaman dan tidak usang. Hal tersebut dikarenakan nilai - nilai pancasila bersifat tetap dan tidak langsung operasional. Oleh karena itu setiap kali harus di eksplisitkan.

    Ciri-ciri ideologi pancasila, yang dikutip dari literasi dengan judul “Pendidikan Pancasila”, karya Noor Ms Bakry (2010: 182-185) adalah sebagai berikut: 

    1. Relevan dan Aktual

    Selalu hadir dalam diri subjek, sehingga selalu relevan dan aktual. 

    2. Bersifat Realistis

    Mencerminkan kenyataan hidup yang senantiasa berkembang dalam masyarakat yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya ideologi. Sifat ini mencegah pemaknaan beku dogmatis suatu ideologi, mengantarkan pada pemaknaan kontekstual.

    3. Bersifat Idealis

    Maksud dari idealis adalah konsep yang mampu menghadirkan harapan, optimisme, dan mampu mendorong penganutnya untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari agar sampai pada cita-cita yang telah diidamkan bersama. Kualitas idealisme ini akan efektif apabila nilai-nilai yang termuat dalam ideologi selalu bersifat aktual dan sesuai dengan nalar manusia. 

    4. Bersifat fleksibel

    yakni senantiasa mampu menyesuaikan diri sesuai dengan perkembangan keadaan. Ideologi terbuka mampu memberikan arahan-arahan melalui tafsir-tafsir yang konsisten dan relevan. Sifat inilah yang memungkinkan setiap generasi mampu mempertahankan keadaan dirinya dan tetap pada arah atau cita-cita yang telah dirumuskan sebagai tujuan sejak awal.

    Demikian ulasan artikel saya terkait dengan ideologi pancasil yang saya rangkum dari berbagai macam sumber bacaan. semoga dengan adanya konten ini dapat menumbuh kembangkan semangat patriotisme dan memberikan pemahaman dasar dalam ideologi pancasila. mohon maaf bila ada salah danterima kasih atas dukungannya. 


    Refrensi

    • Ideologi pancasila - Universitas Brawijaya
    • Kaelan, 2000, Pendidikan Pancasila, Paradigma, Yogyakarta.
    • Soekarno, 1984, Pancasila Sebagai Dasar Negara, Jakarta, Inti Idayu Press dan Yayasan Pendidikan Soekarno
    • Latif, Yudi, 2002, Negara Paripurna, Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Jakarta, Gramedia Pustaka.
    • Sutrisno, Slamet, 2006, Filsafat dan Ideologi Pancasila, Yogyakarta: Penerbit Andi.